Unsyiah dan Unsrat Manado Jalin Kerja Sama Riset Kebencanaan

Unsyiah dan UNSRAT Manado Jalin Kerja Sama Riset Kebencanaan. (Foto: Humas Unsyiah)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Universitas Syiah Kuala dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado sepakat untuk menjalin kerja sama dalam merealisasikan Tri Dharma Peguruan Tinggi, di mana salah satunya adalah melakukan riset bersama bidang kebencanaan.

Kesepakatan itu dintandai dengan penandatanganan MoU oleh Rektor Unsyiah Prof. Samsul Rizal dan Rektor Unsrat Prof. Ellen Joan Kumaat, secara virtual dari Ruang Mini Rektor Unsyiah, Banda Aceh, Selasa (22/9).

Ellen mengatakan, dirinya mengakui selama ini Unsyiah telah memiliki banyak pengalaman dalam bidang kebencanaan. Hasil riset yang dilakukan Unsyiah, telah memberikan kontribusi penting bagi pemangku kebijakan serta pengetahuan kebencanaan bagi masyarakat.

“Untuk itulah, Unsrat perlu belajar lebih banyak lagi. Terutama kita bisa saling bertukar informasi, join modul e-learning maupun join riset dan publikasi bersama,” ucap Ellen.

Selain itu, Ellen mengungkapkan, fokus kerja sama lainnya dalam MoU ini adalah dalam bidang kelautan. Mengingat kedua perguruan tinggi ini memiliki keunggulan yang sama yaitu berada di lingkungan laut dan keunikan masyarakat lokalnya.

Selanjutnya, kedua perguruan tinggi ini juga sepakat untuk melakukan pengembangan pusat riset halal. Serta pembelajaran bidang ekonomi syariah dan pertukaran mahasiswa atau sekarang lebih dikenal dengan program Permata Sakti.

“Berdasarkan target kerja sama ini, kita berharap bisa terealisasi dengan baik. Kita juga bisa mengembangkan beberapa hal yang belum tercantum. Semoga kerja sama ini bisa menghadirkan sesuatu untuk pengembangan bangsa dan negara,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Unsyiah menyambut baik semua fokus kerja sama dari kesepakatan MoU ini. Ia menyebut, sebenarnya kedua perguruan tinggi ini telah memiliki hubungan yang erat sejak lama, yaitu melalui program School of Internet bersama lima peguruan tinggi lainnya.

“Namun hari ini kerja samanya bisa lebih riil. Dengan Unsyiah yang berada di ujung barat dan UNSRAT di ujung utara Indonesia, sehingga bisa semakin menjalin keindonesiaan kita,” ujarnya.

Untuk itulah, Samsul menilai program pertukaran mahasiswa ini nantinya bisa segera terealisasi. Jika pandemi Covid-19 ini sudah mereda, Unsyiah akan mengirimkan mahasiswanya ke Unsrat Manado. Begitu pula sebaliknya, Unsyiah menawarkan mahasiswa UNSRAT untuk datang ke Aceh. Mereka nantinya bisa tinggal di asrama Unsyiah secara gratis.

“Supaya apa? Biar ke-Indonesiaan kita terjalin erat. Maka kita, para rektor harus mendorong anak-anak kita untuk lebih mengenal adat istiadat setiap daerah di Indonesia,” kata Samsul.

Terkait kerja sama bidang Kebencanaan, lanjut Samsul, Unsyiah sangat bersedia untuk berbagi pengalamannya. Apalagi Pusat Riset Kebencanaan Unsyiah (TDMRC) saat ini telah diakui sebagai Pusat Unggulan Iptek.

Ia menyampaikan, Unsyiah akan berupaya agar Unsrat bisa tergabung dalam konsorsium kebencanaan yang telah Unsyiah bentuk, bersama beberapa perguruan tinggi lainnya.

“Saya akan meminta TDMRC Unsyiah, untuk mengusulkan UNSRAT kepada kementerian agar tergabung dalam konsersium kebencanaan, sehingga pengetahuan mitigasi bencana di Indonesia bisa semakin kuat,” ujar Samsul.[RIL]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.