Sunday, April 5, 2020

Tim Polda Aceh Tangkap Penjual Kulit Harimau Sumatera di Bener Meriah

Must Read

Dara Medan Wakili Aceh di Miss Indonesia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Mellyza Shavira, dara asal Medan, Sumatera Utara, menjadi finalis Miss Indonesia 2011. Dalam ajang...

Jurnalis Dandhy Dwi Laksono Ditangkap Polisi

Jurnalis pendiri acehkita sekaligus pembuat film dokumenter WatchdoC, Dandhy Dwi Laksono, ditangkap Polda Metro Jaya. Penangkapan dilakukan pada Kamis...

FOTO | Pengerukan Krueng Aceh

Sebuah eksavator dikerahkan untuk mengeruk Krueng (sungai) Aceh yang akan dikembangkan sebagai lokasi wisata air, Senin (25/3/2013). Pengerukan sungai...

Polisi Temukan Selongsong AK di Lokasi Penembakan

ACEH UTARA | ACEHKITA.COM -- Polisi dari jajaran Polres Aceh Utara terus berusaha menyelidiki kasus penembakan di Dusun Blok...

Tim gabungan Polda Aceh menangkap seorang terduga pelaku penjual kulit harimau di Kabupaten Bener Meriah. Polisi mengamankan selembar kulit, tulang, taring, dan tengkorak harimau Sumatera.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono, mengatakan terduga penjual kulit harimau tersebut berinisial WS (30) warga Bener Meriah. Dia ditangkap di Bener Meriah pada Selasa (31/12/2019) sekira pukul 12.00 WIB.

Pelaku diamankan tim gabungan Polda Aceh dari Subdit V Ditreskrimsus yang dipimpin AKP Fadillah dan personel Satreskrim Polres Bener Meriah yang dipimpin Ipda Lutfi.

Menurut Ery, sehari sebelum penangkapan, pada Senin (30/12), tim gabungan melakukan penyamaran dengan berpura-pura menjadi pembeli kulit harimau dan telah terjadi transaksi jual beli dengan harga Rp 90 juta di Desa Bale Atu Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

“Dari pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa selembar kulit harimau Sumatera, tulang, taring, dan tengkorak, serta satu mobil,” kata Ery dalam keterangan tertulis kepada jurnalis, Kamis (2/1).

Kepada petugas, Ery menyebut, pelaku mengaku mendapati kulit harimau tersebut dari seseorang yang berinisial K alias T (40) yang merupakan warga Bener Meriah.

“Pelaku diduga telah melakukan tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,” sebut Ery.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This