Sunday, March 29, 2020

Tiga Pimpinan Parlemen Aceh Dilantik

Must Read

Hakim Sarankan Ayah Merin-Pon Cut Berdamai

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Majelis hakim menyarankan agar Teuku Syahreza Darwin (Pon Cut) dan Izil Azhar (Ayah Merin)...

Goodbye Sony Ericsson….!

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sony telah menyelesaikan akuisisi 50 persen saham Ericsson di perusahaan Sony Ericsson. Dengan begitu,...

Atlet Panah

Atlet panah Aceh berlatih di bantaran sungai Lamnyong, Ahad (25/10). Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional di Yogyakarta, November mendatang,...

FOTO | Matahari Itu Ada di Timur

Potret warga yang mendiami dataran tinggi Sisi Fatuberal Kecamatan Belu, Atambua dan kawasan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Tiga pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2009-2014 dilantik oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Rooslya Hambali di Gedung DPRA, Rabu (16/12).

Mereka adalah Hasbi Abdullah (Partai Aceh) sebagai ketua, Amir Helmi (Partai Demokrat) dan Sulaiman Abda (Golkar) masing-masing wakil ketua. Sementara Ridwan Abubakar (PA) yang sebelumnya masuk dalam usul pimpinan DPRA urung dilantik karena tak disetujui Menteri Dalam Negeri, dinilai tak sesuai undang-undang No. 27 tahun 2009 .

Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar dalam sambutannya berharap, DPRA segera membahas RAPBA 2010 yang sudah terlambat 3 bulan. Pihaknya mengaku sangat terbuka bekerjasama membangun Aceh dengan DPRA.

“Pemerintah Aceh mendukung segala kebijakan dibuat DPRA sejauh tak bertentangan dengan aturan yang berlaku,” kata Nazar.

Sementara Hasbi Abdullah, Ketua DPRA mengatakan pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin.

Meski tak disetujui Menteri Dalam Negeri, Fraksi Partai Aceh akan terus memperjuangkan kadernya, Ridwan Abubakar, menjadi satu dari dua wakil ketua DPRA periode 2009-2010. Untuk menggolkan keinginan itu, PA akan membawa masalah ini ke Badan Musyawarah DPRA yang akan dibentuk nantinya.

“Setelah Badan Musyawarah dan perangkat Dewan sudah terbentuk nanti, polemik ini nanti akan dibahas dalam Badan Musyawarah,” kata Abdullah Saleh, wakil ketua Fraksi Partai Aceh (PA) DPRA, di sela pelantikan pimpinan Dewan, Rabu (16/12).

Masalah ini, kata Saleh, perlu diperjelas karena ada ketidaksinkronan antara Aceh dan Pusat. PA menilai, pengusulan Ridwan sebagai salah satu wakil ketua DPRA sesuai dengan amanah undang-undang no. 11 tentang Pemerintah Aceh. Sementara, pemerintah pusat menilai, itu tidak sesuai dengan undang-undang no. 27 tahun 2009.

Di sisi lain, Saleh juga mengatakan, pihaknya akan segera menuntaskan pembentukan perangkat Dewan diantaranya Komisi dan Badan Dewan lainnya, untuk membahas dan mengesahkan RAPBA 2010. “Pembahasan RAPBA setidaknya butuh 2 bulan,” kata dia.[]

Previous articleKepiting
Next articleDewan dan Mahasiswa Nyaris Bentrok

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This