Tuesday, April 7, 2020

Stempel Kerajaan Samudra Pasai Ditemukan

Must Read

Polisi Berterimakasih pada TNI dan KPA

LEUPUNG | ACEHKITA.COM -- Polisi menangkap delapan orang dan menembak mati dua anggota kelompok jaringan terorisme di Leupung berdasarkan...

Defri Terbaik, Edward Top Skor

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemain Aceh FC Defri Rizki ditetapkan sebagai pemain terbaik pada Turnamen Sepak Bola Internasional...

Banda Aceh Jadi Daerah Tujuan Wisata Islami

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -– Pemerintah Kota berniat menjadikan Banda Aceh sebagai salah satu daerah tujuan wisata islami di...

Setelah 10 Tahun Terpisah [7]

MINGGU, 10 Agustus 2014. Sekitar pukul 17:30 Wib, Lana Bestari – seorang ibu rumah tangga berusia 30 tahun di Kota...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

LHOKSEUMAWE, acehkita.com. Stempel yang diduga milik Kerajaan Samudera Pasai ditemukan di pematang tambak di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Cap kerajaan itu diyakini milik Sultan Muhammad al Malik az Zhahir, yang wafat di tahun 726 Hijriyah (1326 Masehi).

Stempel Kerajaan Samudra Pasai yang digunakan pada awal abad IX Hijriah. Stempel berusia 683 tahun ditemukan warga di areal pertambakan di Desa Kuta Krueng. (Dok. Taqiyuddin Muhammad)
Stempel Kerajaan Samudra Pasai yang digunakan pada awal abad IX Hijriah. Stempel berusia 683 tahun ditemukan warga di areal pertambakan di Desa Kuta Krueng. (Dok. Taqiyuddin Muhammad)

Cap kerajaan itu ditemukan di tambak yang tak jauh dari kompleks makam Abdullah bin Muhammad, seorang keturunan Khalifah Abbasiah, al Mustanshir Billah. “Cap ini kita yakini milik Sultan Muhammad al Malik az Zhahir, raja Samudera Pasai setelah Malik ash Shahih,” kata Teungku Taqiyuddin Muhammad, peneliti sejarah kebudayaan Islam dalam konferensi pers di Lhokseumawe, Senin (16/3).

Taqiyuddin memperkirakan stempel itu telah berusia 683 tahun. “Stempel kerajaan Islam tertua yang pernah ditemukan di nusantara,” kata dia.

Benda berukuran 2 x 1 cm dengan gagang yang telah patah itu ditemukan Erwin, 18 tahun, warga Kuta Krueng, belum lama ini. Stempel itu beratnya tak sampai satu miligram, terbuat dari bahan sejenis tanduk hewan. Taqiyuddin memperkirakan stempel itu dipergunakan sampai dengan pemerintahan Sultan Zainal Abidin bin Ahmad di awal abad IX H.

Di stempel terdapat kalimat “Mamlakah Muhammad” yaitu Kerajaan Muhammad. Ditulis dalam kaligrafi Khufi. “Lazim digunakan sejak abad I sampai V hijriah,” jelasnya.Tapi kaligrafi khufi, juga masih digunakan hingga abad VIII hijriah.

Taqiyuddin menghimbau pemerintah tidak mengusik kawasan heritage Samudra Pasai seperti membangun monumen di areal komplek pemakaman Al-Malik Ash-Shalih, di Desa Beuringen Kecamatan Samudra. Sebab, diyakini masih banyak cagar budaya. “Kita berkewajiban menyelamatkan apa yang masih tersisa dari Samudra Pasai,” katanya. [Darma]

2 COMMENTS

  1. amin…
    saya setuju, mudah2han banyk cagar budaya yg kt miliki slama ini dapat perhatian lebh,
    padahal kita tau bahwa sejarah merupakan jati dir bangsa yg tdk blh di musnahkan bahkan hanya sekedar mengabaikan……
    smg guru besar kt, Dok Taqiyuddin muhammad di mudahkan langkah’a oleh ALLAH SWT, dlm mengembangkan dan melestarikan sejarah kita..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This