Thursday, April 9, 2020

Sosialisasi Bencana ke Sekolah di Aceh, Mahasiswa Jepang Bagikan Buku

Must Read

Ujian Akhir SLB

Odi Nando Irawan, menyelesaikan soal ujian nasional di Sekolah Luar Biasa (SLB-CD) YPAC II Banda Aceh, Selasa (12/5). Sejumlah...

Bunuh Putranya, Lilis Mengaku tidak Sadar

MEULABOH -- Penyesalan datang terlambat. Lilis, 35 tahun, mengaku menyesal telah menganiaya hingga meninggal putranya yang masih berusia tiga...

Sukman Selamatkan PSAP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Gol Sukman Suaib di masa injury time menyelamatkan PSAP Sigli dari kekalahan atas tuan...

Warga Titeue Tewas Disambar Petir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Seorang warga Pulo Raya, Kecamatan Titeue, Pidie, tewas disambar petir saat berada di sawah,...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sejumlah mahasiswa dari Universita Waseda, Jepang berkunjung ke Aceh untuk sosialisasi mitigasi bencana gempa dan tsunami ke sekolah-sekolah dasar di Banda Aceh, Rabu 5 September 2018. Mereka juga membawakan sejumlah buku untuk dibagikan.

Buku mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami tersebut hasil karya mahasiwa Universitas Waseda, Jepang, yang tergabung dalam Waseda Student Organization for The Education of Natural Disaster. Buku cerita bergambar yang terdiri dari dua edisi itu diperuntukkan bagi pelajar tingkat sekolah dasar.

Buku edisi pertama “How Saki and Koji Survived the Earthquake”, bercerita tentang anak-anak sebuah sekolah dasar di Jepang yang berhasil selamat saat tsunami 2011. Sementara buku edisi kedua berjudul “Aku Tidak Sendiri” diangkat dari kisah nyata Wahyu –seorang anak Aceh yang tinggal sebatang kara akibat tsunami namun kini ia mampu bangkit dan mandiri.

Toyokazu Sakaki, Direktur Engineers Without Borders yang mendampingi para mahasiswa perguruan tinggi yang berkedudukan di Tokyo itu mengatakan, pihaknya bersama mahasiswa Waseda datang ke Banda Aceh untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi mitigasi bencana alam ke beberapa sekolah tingkat SD dan SMP. “Kedua buku ini juga telah kami bagikan sebagian ke sekolah-sekolah yang kami kunjungi,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan inisiatif dari mahasiswa Waseda yang banyak belajar pengalaman dari Banda Aceh dalam menghadapi tsunami 2004 silam. Salah satunya kisah korban Wahyu hingga ia bisa mandiri seperti sekarang. “Buku ini penting sebagai media edukasi kepada generasi muda penerus bangsa di seluruh dunia. Kami pun telah mencetaknya ke dalam bahasa Indonesia, Jepang, dan Inggris,” ungkapnya.

Sakaki kemudian mengupas sekilas tentang buku edisi pertama. Buku pertama yang juga ditulis oleh mahasiswa Waseda ini berkisah mengenai sekolompok pelajar SD yang selamat dari tsunami 2011 yang melanda Jepang. Padahal sekolah mereka sangat dekat dengan pantai. “Ternyata di sekolah ini secara rutin tiap tahunnya digelar pelatihan evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi gempa dan tsunami,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin menyatakan sangat menghargai kegiatan sosialisasi mitigasi bencana yang digagas oleh mahasiswa dari Jepang tersebut. “Kami menyambut baik hadirnya buku yang sangat bagus ini. Sangat bermanfaat untuk sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat khususnya pelajar sekolah dasar di Banda Aceh,” katanya.

Menurutnya, selama ini kota Banda Aceh selalu melakukan simulasi bencana juga rutin di sekolah-sekolah. Dengan adanya buku yang menarik untuk dibaca dan mudah dicerna tentu akan menambah literasi anak-anak kami dalam hal mitigasi bencana. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This