Wednesday, February 26, 2020

Pemilik Warung Mengaku Sulit Terapkan Seruan Bupati

Must Read

Massa KMPA Unjukrasa di DPRA

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sekitar 500 massa yang tergabung dalam Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh (KMPA) berunjukrasa di...

Jelang IPL, Persiraja Ikut Kompetisi di Semarang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Persiraja Banda Aceh yang telah resmi mendaftar di ajang kompetisi sepak bola Indonesian Premier...

Anggota TNI Rampok SPBU Segera Diadili

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tiga dari empat prajurit TNI yang terlibat perampokan SPBU Simpang Dodik segera dilimpahkan ke...

Panjang Umur dengan Rajin Makan Pedas

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Mengkomsumsi cabai, kususnya jenis yang paling pedas, bisa membantu memperpanjang umur seseorang. Informasi ini...

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Pemilik warung kopi di Bireuen mengaku sulit menerapkan seruan bupati yang tertuang dalam surat edaran standarisasi warung kopi, kafe, dan restoran sesuai syariat Islam yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Surat itu memuat 14 poin yang harus dipatuhi oleh pengelola dan pengunjung warung kopi, kafe, dan restoran. Salah satu poinnya adalah melarang non muhrim menongkrong semeja.

Seorang pengelola kafe di Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, mengaku hingga hari ini, Rabu (5/9) dirinya belum menerima selebaran seruan standarisasi warung kopi sesuai syariat Islam. Padahal selebaran itu telah diedarkan sejak Senin (3/9).

Saat acehkita.com memperlihatkan selebaran (seruan bupati) yang diteken Bupati Bireuen Saifannur pada 30 Agustus 2018 itu, pemilik kafe yang namanya tidak mau disebutkan ini mengaku agak sulit menerapkan sejumlah poin dari aturan itu.

Misalnya menyangkut haram laki-laki dan perempuan duduk makan dan minum satu meja kecuali ditemani mahram.

“Bagaimana jika mereka memang muhrim, tapi mereka hanya membuktikan secara lisan. Sedangkan mereka tidak bawa surat nikah atau dokumem lainnya, tidak mungkin kan kita bertindak melewati batas,” kata dia.

Pandangan serupa juga disampaikan warga Bireuen Muazzinah Yacob. Menurutnya surat edaran Bupati Bireuen masih harus dikaji lebih lanjut sebelum dilemparkan ke publik. Misalnya atas dasar apa bupati Bireuen mengeluarkan imbauan tersebut.

“Apakah sudah ada kajian bahwa perempuan yang menjadi pembeli misal pada poin 7 dan poin 13 tanpa mahram menimbulkan keresahan sosial?” kata Muazzinah.

Meskipun Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen Jufliwan telah menjelaskan bahwa ini hanya sebatas imbauan dan tidak diberikan sanksi kalau melanggar, namun Muazzinah tetap mempertanyakan apa danĀ  bagaimana bentuk sanksinya.

Menurutnya, sebagai sebuah aturan, mestinya seruan bupati harus dilalui beberapa tahapan. Seperti sosialisasi atau uji publik terhadap surat edaran itu. “Jangan sampai ini hanya menjadi kebijakan sensasional tanpa melihat apa substansi pentingnya kebijakan tersebut,” kata dia. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This