Friday, December 2, 2022
spot_img

SMN Pertamina: dari Aceh ke Jayapura, dari Papua ke Pulau Sabang

SABANG | ACEHKITA.COM — Sebanyak 32 pelajar dari Papua peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018 tiba di Pulau Weh, Sabang, Aceh, Senin (13/8). Sementara dua hari sebelumnya, sebanyak 32 siswa-siswi dari Aceh telah mendarat di Bandara Sentani, Jayapura.

SMN 2018 merupakan program bertukar budaya bagi pelajar SMA se-Indonesia, dimana mereka akan meninggalkan provinsi asalnya dan berkunjung ke provinsi lain selama sepekan untuk mempelajari budaya dan adat istiadat setempat.

SMN diadakan oleh Kementerian BUMN beserta beberapa perusahaan BUMN, untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Pada SMN 2018 ini, PT Pertamina (Persero) mengambil bagian dalam pertukaran pelajar dari Papua ke Aceh, serta menerima anak-anak Aceh yang bertukar ke Papua.

Untuk menjadi peserta SMN, siswa-siswi itu harus melalui proses seleksi di setiap kabupaten di provinsi masing-masing. Setelah terpilih, sebanyak 32 siswa dimana 3 siswa di antaranya memiliki keterbatasan (disabilitas), mengikuti masa pembekalan dari Pertamina dan pengajar-pengajar profesional. Pada masa pembekalan, mereka diberi ilmu menulis dan bercerita, termasuk tips membuat vlog menarik. Anak-anak itu diharapkan dapat menceritakan kembali pengalaman pertukarannya.

Dalam perjalanan menuju lokasi pertukarannya, para siswa dari Aceh dan Papua tersebut, serta beberapa provinsi lain menyempatkan berkunjung ke Jakarta untuk acara pembukaan dan pelepasan SMN pada Jumat (10/8) oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno.

Setiba di lokasi tujuan, seperti 32 siswa-siswi Papua yang sudah menginjakkan kakinya di Puleh Weh, Sabang, di sana mereka diperkenalkan pelayanan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari titik nol (0) kilometer di Indonesia oleh Pertamina Marketing Operation Region (MOR) 1 melalui Terminal BBM Sabang.

Kegiatan diawali dengan memberikan pengenalan lokasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sabang yang merupakan salah satu depot yang dikelola oleh Pertamina MOR 1, dari lima Terminal BBM di Provinsi Aceh. Fasilitas yang dimiliki di antaranya tangki penimbunan produk Premium, Solar, Kerosene, dan FAME. Terminal yang berada di Jalan T. Panglima Polem No 2 Sabang ini telah beroperasi sejak tahun 1967.

Operation Head TBBM Sabang, Zarnedy, menyatakan, saat ini TBBM tersebut melayani penyaluran BBM untuk 2 SPBU di Kota Sabang dan didukung 2 unit mobil tangki untuk penyalurannya. Selain itu, TBBM di pulau paling barat Indonesia ini juga melayani pengisian kapal cepat dan kapal RORO penyeberangan Balohan Sabang -Ulee Lheue, Banda Aceh serta melayani bahan bakar bunker kapal perang dan industri serta proyek kecil lainnya.

“Perolehan produk BBM memiliki proses cukup panjang. Namun, kami pastikan TBBM Sabang ini tidak pernah libur. Jika ada tanker masuk, staf pasti beroperasi atau siaga,” kata Zarnedy di TBBM Sabang.

Dirincikannya, penyaluran harian Premium di TBBM Sabang sekitar 18 KL/hari, sedangkan untuk solar sekitar 44 KL/hari. Selain produk BBM, Pertamina juga melayani penyaluran LPG di Pulau Weh melalui satu agen LPG Non PSO dan LPG PSO 38 pangkalan dengan penyaluran rata-rata sebanyak 595 tabung/hari. Titik suplai elpiji untuk Kota Sabang berasal dari Stasiun Pengisian Pusat Bulk Elpiji (SPPBE).

Dikutip laman resmi Pertamina, seorang peserta SMN dari Papua, Frans Elieser Maisori mengaku sangat berterima kasih bisa mengenal Pertamina dari Pulau Sabang, karena Indonesia sangat luas dan berpulau-pulau maka distribusi BBM rumit. “Ini memang seperti berpetualang, kita harus saling mengenal budaya hingga bisnis di Pulau yang paling barat dari Indonesia, maka kami bangga menjadi anak Indonesia” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo pada acara pelepasan peserta SMN di Jakarta mengatakan, Pertamina mendukung kegiatan Siswa Mengenal Nusantara untuk menggali potensi generasi muda, sekaligus menghubungkan anak-anak Indonesia yang memiliki keragaman suku budaya.

“Di masa saat ini, kita perlu memupuk rasa kebanggaan atas Tanah Air melalui kekayaan budaya Indonesia. Program SMN menjadi salah satu sarana bagi anak-anak Indonesia untuk secara langsung terlibat dalam budaya yang berbeda dari kesehariannya, sehingga sepulangnya dari program ini diharapkan anak-anak makin menghormati keragaman budaya Indonesia,” pungkasnya.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,636FollowersFollow
23,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU