Sunday, June 7, 2020

Siswa Aceh Semangati Korban Tsunami Jepang dengan Lagu

Must Read

FOTO | Tersangka & Asap Ganja

Tersangka melewati kepulan asap ganja yang dibakar di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Senin (5/12). Sebanyak 1,8 ton ganja dan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah,...

Polresta Banda Aceh Gagalkan Pengiriman Satu Ton Ganja ke Jakarta

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banda Aceh mengamankan sebuah truk Fuso bermuatan satu...

Tak Ada Pilih Kasih Tangani Bencana Aceh dan Bima: JK

JAKARTA - Jusuf Kalla menepis kabar pemerintah pilih kasih dalam penanganan bencana gempa di Aceh dengan banjir di Bima....
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Seratusan siswa dari belasan sekolah dasar dan menengah di Banda Aceh dan Aceh Besar mengenang dua tahun tsunami Jepang di SMPN 1 Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (11/3/2013). Pada peringatan itu, mereka menyemangati anak-anak Jepang dengan menyanyikan dua lagu berbahasa Jepang.

Radzie/ACEHKITA.COM
Radzie/ACEHKITA.COM
Lagu yang dinyanyikan siswa Banda Aceh dan Aceh Besar adalah Omoiyari No Uta dan Hanawasaku. Lagu Omoiyari berceritakan tentang kasih sayang. Sedangkan Hanawasaku mengetengahkan tentang bunga yang mekar.

“Lagu-lagu ini untuk membangkitkan semangat anak-anak Jepang agar jangan terpuruk,” kata Siti Nurzahra.

Siswi kelas tiga SMP Negeri 1 Peukan Bada itu mengenakan kimono (pakaian tradisional Jepang) ungu bercorak bunga-bunga kala memimpin teman-temannya menyanyikan lagu tersebut.

Nurzahra dan teman-temannya berlatih seminggu lamanya untuk menyanyikan lagu yang menyemangati anak-anak Jepang korban tsunami itu. “Ini sebagai bentuk solidaritas anak-anak di Aceh kepada korban tsunami Jepang,” ujar Siti Nurzahra.

Usai nyanyian Omoiyari dan Hanawasaku, siswa tersebut ikut membentangkan bendera Jepang dan Indonesia sebagai bentuk jalinan persabahatan kedua negara. Mereka juga membentangkan kain merah yang menyerupai kata “Kizuna” dalam aksara Kanji yang berarti “persaudaraan”.

Peringatan dua tahun tsunami Jepang itu ikut dihadiri oleh Konsulat Jendral Jepang untuk Indonesia Yuji Hamada. Ia menyampaikan terimakasih kepada warga Aceh yang telah ikut mengenang kepedihan yang dialami masyarakat Jepang dua tahun lalu.

“Kami banyak belajar dari tsunami Aceh,” kata Yuji Hamada. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Perjuangan Para Ibu di Aceh Hidupkan Ekonomi Keluarga di Tengah Covid-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Dagangan bakso goreng milik Aswah pernah hampir tidak laku selama sepekan setelah salah satu...

Unmuha, Universitas Swasta Terbaik Di Aceh Versi 4ICU

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) masuk dalam 10 Universitas terbaik di Aceh Alhamdulillah Unmuha memperoleh peringkat 1 PTS se-Aceh, peringkat...

Pemko Banda Aceh Gandeng Unsyiah Gelar Tes Swab Massal untuk 1.300 Warga

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar tes swab corona yang menyasar sekitar 1.300...

Proxemics

Proxemics Saiful Mahdi* Menurut ahli zoologi Swiss Heini Hediger, hewan menjaga berbagai batasan jaraknya dengan yang lain. Batasan ini tergantung apakah hewan dalam posisi bersiap untuk...

Haul ke-10, Wali Nanggroe Kenang Perjuangan Tgk Hasan Tiro

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Memperingati 10 tahun haul almarhum Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh DR Tgk Hasan Muhammad Di Tiro, Tgk Malik...

More Articles Like This