Sunday, February 23, 2020

Kuburan Massal Korban Tsunami Dipindahkan

Must Read

Pasien Keluhkan Pelayanan Jamkesmas

SIGLI | ACEHKITA.COM – Sejumlah keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah Sigli “curhat” pada Wakil Bupati Pidie M. Nazir...

Intel Rampas Kamera Jurnalis, Kapolresta Minta Maaf

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kepala Kepolisian Resort Kota Banda Aceh Komisaris Besar Moffan MK menyatakan permintaan maafnya atas...

Seorang Warga Keumala Diamuk Gajah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Muhammad Diah, warga Desa Cot Nuran, Kecamatan Keumala, Pidie, menjadi korban amukan gajah. Gangguan...

Pemerintah Aceh Didesak Selesaikan Konflik Tanah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Pembebasan Tanah Aceh melancarkan aksi keprihatinan di Bundaran...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Setelah sewindu tsunami, 10 jenazah korban tsunami yang dikuburkan secara massal di belakang rumah seorang warga di Punge Blang Cut, Banda Aceh, akhirnya dipindahkan ke Gampong Lambadeuk, Aceh Besar, Senin (11/3/2013).

Agus Setyadi/ACEHKITA.COM
Agus Setyadi/ACEHKITA.COM
Pemindahan kuburan ini dilakukan setelah pemilik rumah meminta keluarga korban untuk memindahkan kuburan yang berada di belakang rumah mereka. Sebelum tsunami menerjang, rumah itu merupakan milik korban.

“Kemudian rumah ini dijual oleh adik korban kepada Eli. Dan sekarang Eli meminta keluarga korban ini untuk memindahkan kuburan ini karena anaknya sering sakit dan mimpi yang macam-macam,” kata Muhammad Rusdi, salah seorang tetangga korban.

Rusdi mengatakan, beberapa hari pascatsunami, kesepuluh jenazah ini dikuburkan di depan rumah yang kini ditempati Eli itu. Namun setelah tiga tahun tsunami menerjang Aceh, kuburan itu dipindahkan ke belakang rumah.

Dari 10 jenazah, delapan di antaranya merupakan jasad satu keluarga. Sementara dua lainnya tidak diketahui.

Evakuasi pemindahan jenazah ini melibatkan tim Basarnas Banda Aceh, relawan Radio Antarpenduduk Indonesia, dan bantu masyarakat sekitar. “Jenazah ini dipindahkan ke kampung halamannya di Desa Lambadeuk Aceh Besar. Kuburan darurat ini memiliki kedalaman setinggi pinggang orang dewasa,” jelas Rusdi.

Sementara Eli, yang kini menempati rumah itu mengatakan, rumah itu ia beli dari adik korban pada tahun 2008. Namun saat rumah itu dijual, adik korban tidak memberitahu kepada dirinya tentang keberadaan kuburan di belakang rumah itu.

“Kalau tahu ada kuburan di belakang rumah ini, saya tidak akan beli,” kata Eli.

Kesepuluh jasad yang dipindahkan itu adalah Bahruni Ibrahim, Nursalamah, Nurasiah, Lismayani, Nurul Andriani, Ilham Ahadi, Nurhasiah Ulfah, Muhamar Kholis Hidayah. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This