Thursday, April 9, 2020

Seleksi CPNS Diduga Curang, UIN Ar-Raniry Membantah

Must Read

KIP Tetapkan 81 Anggota DPRA Periode 2014-2019

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan 81 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh periode 2014-2019,...

Duh, Banyak Kontraktor di Aceh Gaptek

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Bukan hanya masyarakat awam saja yang belum melek teknologi. Banyak kontraktor di Aceh ternyata...

Ratusan Siswa Ikut Seleksi Olimpiade Sains

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 725 siswa Sekolah Menegah Atas (SMA) di Aceh, sejak Rabu (18/3/2015), mengikuti seleksi...

FOTO | Kunjungan Singkat Wapres

Wakil Presiden Boediono bersama istri melambaikan tangannya kepada wartawan usai kunjungan singkat ke Banda Aceh, Jumat (13/4). Dalam kunjungan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA, membatah telah terjadi kecurangan dalam proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), di lingkungan kampus tersebut.

Hal itu menanggapi laporan beberapa peserta tes, yang merasa kecewa dengan proses seleksi administrasi, yang diduga sarat penyelewengan. Bahkan tim seleksi CPNS diadukan ke lembaga Ombudsman Republik Indonesia, Provinsi Aceh.

“Kami telah menandatangi pakta integritas dalam menjalankan tahapan seleksi CPNS tahun 2013, dan memastikan proses tersebut berjalan baik tanpa ada unsur KKN dan kecurangan dalam bentuk apapun,” kata Farid Wajdi, Rabu (30/10).

Farid menyebutkan, verifikasi terhadap seluruh aplikasi yang masuk, dilakukan oleh panitia lokal. Setelah dilakukan verifikasi maka dikeluarkan pengumuman kelulusan administrasi dan pengumuman tersebut diumumkan melalui website UIN Ar-Raniry, pada tanggal 17 Oktober lalu.

“Pengumuman kelulusan itu resmi, dan sebanyak 723 orang CPNS dinyatakan lulus verifikasi administrasi dan berhak mengikuti ujian tulis pada 3 November mendatang,” kata Farid, yang didampingi Seketaris Panitia penerimaan CPNS UIN Ar Raniry, Drs Subki Djuned.

Sebelumnya, seorang pelamar dinyatakan lulus dan namanya tercantum dalam website resmi universitas itu. Sepekan kemudian peserta tersebut menerima surat pemberitahuan bahwa dirinya dinyatakan tidak lulus dan namanya dihapus dari website. Bahkan link website yang memuat pengumuman peserta yang lulus juga dinonaktifkan.

Saat dipertanyakan, seketaris panitia penerimaan Subki Djuned awalnya menyatakan bahwa peserta itu memang tidak lulus, dengan alasan tidak sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Belakangan karena terkesan terdesak, seketaris panitia kembali memanggil peserta itu dan memberikan nomor ujian kepadanya, untuk mengikuti tes.

“Tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus itu. Itu merupakan kesalahan teknis dan telah dilakukan klarifikasi kepada calon CPNS yang langsung melakukan komplain kepada pihak panitia,” kata Subki Djuned.

Dia juga membantah telah dengan sengaja mematikan website pengumuman kelulusan administrasi setelah komplain yang dilakukan oleh calon CPNS yang merasa dirugikan.Dia mengaku matinya website pengumuman kelulusan administrasi juga disebabkan kesalahan teknis.

“Kami berjanji akan kembali mengaktifkan website pengumuman yang telah dimatikan agar seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi dapat memastikan nama mereka masih ada di daftar kelulusan yang sebelumnya telah dihapus,” ujar Subki.

Terhitung sejak 1 Oktober 2013, IAIN Ar Raniry Banda Aceh telah meningkat statusnya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Rektor UIN Ar-Raniry Farid Wajdi menyatakan komitmennya bahwa peningkatan status itu harus diiringi dengan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat, sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tekemuka di Serambi Mekkah ini. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This