Sunday, March 29, 2020

Sawah Kering, Warga Ingin Jaya Gagal Panen

Must Read

UJIAN NASIONALDari Coret Baju Hingga Histeris

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah sudah diumumkan,...

Polisi Gencarkan Razia di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM -- Aparat Kepolisian Resor Kota Lhokseumawe yang dibantu sejumlah personel TNI terus menggencarkan razia untuk mencari...

Nelayan Ulee Lheue Terombang-ambing di Laut

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- KRI Triptadi 381 berhasil mengevakuasi dua nelayan Aceh yang terombang-ambing di laut lepas selama...

KMPA Serahkan Berkas Pernyataan Sikap ke Uni Eropa

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komite Pemuda dan Mahasiswa Aceh (KMPA) yang selama ini menggalang aksi unjukrasa menuntut penundaan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM — Kekeringan yang melanda kawasan Aceh sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah petani di Desa Kayee Leue, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, terpaksa memotong padi mereka sebelum waktu panen tiba. Padi yang dipotong umumnya dijadikan sebagai makanan sapi atau kerbau.

Agus Setyadi/ACEHKITA.COM
Pantauan acehkita.com, para petani sudah mulai memotong padi sejak pagi hari. Hal iti dilakukan akibat tidak ada air yang bisa mereka pakai untuk mengairi sawah. Irigasi yang tersediapun tidak ada air. Selain memotong, warga juga sudah membiarkan binatang ternak mereka masuk ke sawah.

Husaini, salah seorang petani, mengatakan, mereka terpaksa memotong padi akibat kekeringan yang sudah melanda sejak dua bulan lalu. Padi yang mereka potong sebelum waktu panen tiba rata-rata berusia tiga bulan.

“Kalau ada air satu bulan lagi sudah bisa panen,” kata Husaini kepada acehkita.com saat ditemui sedang memotong padi, Kamis (9/8).

Meski sudah pernah mengairi sawah dengan menggunakan mesin atau timba, namun padi tersebut tidak ada harapan untuk bisa dipanen. Hal itu membuat warga Kayee Leue mulai memotong padi sejak duapuluh hari lalu.

Selain untuk dijadikan makanan kerbau atau sapi milik sendiri, warga juga menjual padi yang belum bisa dipanen itu kepada pembeli dengan harga Rp10.000 per karung. “Setiap pagi sudah ada yang beli dengan harga yang rendah yakni Rp10.000 perkarung,” ungkapnya.

Salah seorang petani lainnya mengungkapkan, setiap pagi puluhan warga datang ke sawah untuk memotong padi. Pada saat pemotongan, kepala desa ikut mengawasi petani.

“Seperti panen biasa juga ada mobil yang mau angkut. Setelah potong langsung bawa pulang ke rumah,” ujarnya.

Akibat kekeringan tersebut, ratusan warga desa Kayee Leue gagal panen (puso). Belum ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi kekeringan yang sudah melanda sejak beberapa bulan terakhir.

“Hingga sekarang belum ada upaya dari pemerintah,” pungkas Husaini. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This