Satu Jemaah Haji Aceh Meninggal Dunia di Arafah

0
1922

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Seorang jemaah haji Aceh asal Bener Meriah, Siti Halimah binti Ahmad Jemad (76 tahun), yang tergabung dalam kloter 6, meninggal dunia di Arafah, Senin (20/8).

“Informasi yang kami terima, almarhumah menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 04.25 WAS, kita turut berduka cita atas wafatnya,” ujar Koordinator Humas dan Penerangan PPPIH Embarkasi Aceh, Rusli di Banda Aceh, setelah menerima berita dari petugas Kloter di Arafah.

Selama di tanah suci, sebut Rusli, almarhummah tinggal di Maktab 62, Al-Zaer Jarwal Hotel, sektor 11. “Ketika di Arafah almarhummah tinggal di Maktab 62.”

Dikatakan Rusli, sebelum meninggal dunia, Siti Halimah binti Ahmad Jemad didiagnosa mengalami Acute Myocardial Infarc dan Penyakit Jantung Koroner (PJK), Gastritis dan Dislipidemia, kemudian tim medis memberikan bantuan obat tanapres dan monecto 20. Dan kini almarhumah telah dimakamkan di Sharaya, Mekah, Arab Saudi.

Hingga Selasa (21/8), jemaah haji Aceh yang meninggal dunia di Arab Saudi musim haji tahun 2018 ini sudah 2 orang. (Baca: Seorang Jemaah Haji Asal Aceh Wafat di Mekah)

Kembali Normal
Kondisi pemondokan jemaah haji di Padang Arafah dikabarkan kembali normal setelah badai debu dan angin kencang disertai hujan yang melanda wilayah Padang Arafah, Muzdalifah dan Mina pada Minggu (19/8) malam. (Baca: Badai Pasir dan Hujan Landa Arafah, Satu Tenda Dapur Roboh)

“Alhamdulillah cuaca di kawasan pemondokan Arafah sudah kembali tenang pascaangin kencang berdebu dan hujan deras tadi malam, sejak tadi subuh jemaah haji sudah kembali beraktifitas dengan normal,” ujar Marlia Adelina, salah seorang PPIH Arab Saudi asal Aceh, Senin (20/9).

Wukuf di Arafah
Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan saat puncak wukuf di Arafah, Senin (20/8) siang. Ribuan jemaah haji Indonesia diinformasikan menjejali tenda Indonesia yang dijadikan masjid.

Dalam pesan-pesannya, Menag Lukman Hakim antara lain meminta kepada jemaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesempatan berada di tempat dan hari agung. “Alhamdulillah kita mendapat kesempatan hadir di tempat ini bersama jutaan manusia dari seluruh penjuru bumi,” katanya dikutip dari laman resmi Kemenag.

Lebih lanjut, Menag menyebutkan dua tanda haji mabrur menurutnya adalah meningkatnya rasa kepedulian dan menebarkan kedamaian dimana pun berada. “Maka mari kita manfaatkan di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah, agar menjadikan haji kita mabrur,” ajak Menag.

Hadir dalam puncak wukuf di Arafah tersebut Dubes Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan beberapa dubes lainnya, Pimpinan dan Anggota DPR, DPD, BPK, dan Komisi Pengawas Haji Indonesia.[]

ACEHKITA.COM mendapatkan bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.