Tuesday, May 26, 2020

Ruslan Divonis 5 Tahun Penjara

Must Read

Alquran Terjemahan Bahasa Aceh Hampir Rampung

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Masyarakat Aceh tidak lama lagi akan segera dapat memiliki kitab suci Alquran terjemahan dalam...

Belajar Bola di Portugal, Martunis Minta Doa

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Martunis, anak angkat Cristiano Ronaldo, kembali berangkat ke Portugal untuk berlatih sepakbola di negara...

FOTO | Jaring Pengusir Burung

Warga menggunakan jaring untuk mengusur burung pipit yang memakan padi di areal persawahan Gampong Gurah Kecamatan Peukan Bada, Aceh...

FOTO | Car Free Day Lhokseumawe

Sebuah Komunitas Break Dancer unjuk kemampuan break dance mereka secara bergantian pada acara Car Free Day di Kota Lhokseumawe,...

Jakarta – Mantan Bupati Bener Meriah Provinsi Aceh, Ruslan Abdul Gani divonis lima tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/11/2016) pagi tadi.

Ruslan divonis bersalah atas dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan dermaga bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, tahun 2011 lalu, yang merugikan negara sebesar Rp.5,3 miliar.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara bersama-sama,” ujar Ketua Majelis Hakim Mas’ud dalam putusannya seperti dikutip laman kompas.com.

Ruslan juga diwajibkan membayar denda Rp.200 juta subsider 3 bulan kurungan. Hakim juga menghukum Ruslan dengan pidana tambahan yaitu harus membayar uang pengganti sebesar Rp. 4,3 miliar, yang harus dilunasi dalam tempo 1 bulan. Jika tidak, harta benda Ruslan akan dilelang.

Ruslan menjabat sebagai Kepala BPKS di era gubernur Aceh dijabat oleh Irwandi Yusuf. Oleh Majelis Hakim, Ruslan dinilai telah melakukan korupsi bersama. Hasil korupsi tersebut dibagi bersama bos PT Nindya Karya, Heru Sulaksono senilai Rp. 19,8 miliar dan perwakilan PT Nindya Karya sebesar Rp.3,8 miliar. Perusahaan ini adalah perusahaan yang menggarap proyek pembangunan dermaga tersebut.

Ruslan terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This