Tuesday, July 7, 2020

Menteri PMK Buka Konferensi City Sanitation Summit

Must Read

Logistik Pilpres

Para pekerja mempersiapkan kelengkapan kotak suara untuk pemilihan presiden di Banda Aceh, Jum'at (3/7). Kotak suara itu akan didistribusikan...

Bom KuninganPemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa

PIDIE JAYA | ACEHKITA.COM – Pemerintah Aceh menyampaikan duka dan belasungkawa yang mendalam kepada korban bom di Hotel JW...

Gempa Lombok: 387 Meninggal Dunia, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang

LOMBOK | ACEHKITA.COM -- Memasuki hari keenam pascagempabumi 7 SR yang mengguncang wilayah Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB)...

Pilkada 2006, Awal Retaknya Para Kombatan [4]

Pengantar Menyongsong Pilkada 2017, para punggawa bekas Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saling berebut kuasa untuk memimpin Aceh. Mereka duduk...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM– Menteri koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, membuka Konferensi City Sanitation Summit ke 16, di Gedung AAC Dayan Dawood Banda Aceh, Kamis (24/11/2016).

Puan Maharani, dalam sambutannya menyebutkan, air minum dan sanitasi merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting untuk membangun manusia yang sehat. Apa yang dilakukan oleh para wali kota dan bupati dengan mengkonferensikan terkait sanitasi itu, kata Puan, selaras dengan Gerakan Hidup Sehat (Germas) sebagai upaya bersama untuk hidup bersih dan sehat.

Germas merupakan gerakan yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan di Yogyakarta, yang bertujuan membangkitkan tanggung jawab masyarakat, bahwa kesehatan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.  Gerakan ini didukung langsung oleh 20 kementerian dan lembaga.

“Kita harus terus mendorong masyarakat dengan target mereka punya sanitasi dan air bersih sehingga pola hidupnya sehat sehingga mereka tidak berbondong-bongdong ke rumah sakit,” ujar Puan.  Ia menyebutkan, kondisi masyarakat sehat dapat meningkatkan produktitas sehingga diyakini Bangsa Indonesia bisa mencapai kesejahteraanya.

Puan menyebutkan, dalam konferensi yang diikuti oleh 55 bupati dan wali kota, dari 467 anggota Akkopsi serta pegiat air minum dan sanitasi tersebut harus mencapai universal target. Target tersebut adalah kewajiban pemerintah yaitu penyediaaan layanan dasar untuk air minum dan sanitasi bagi seluruh warga negara 100 persen air minum, 0 persen permukiman kumuh dan 100 persen sanitasi di tahun 2019.

Untuk mencapai hal itu, kata Puan, perlu dukungan dan usaha besama sehingga nantinya cita-cita mensejahterakan seluruh masyarakat bisa tercapai.

Sementara itu, Illiza Sa’duddin Jamal, Ketua Bidang Advokasi Akkopsi, menyebutkan, seluruh kepala daerah yang tergabung dalam organisasi tersebut membuat komitmen bersama untuk melakukan koordinasi dan monitoring terhadap progres pembangunan sanitasi terpadu dan teratur.

“Berkomitmen membentuk kebijakan daerah tentang gerakan pembangunan sanitasi terpadu,” ujar Illiza membaca satu poin komitmen yang lahir dalam Deklarasi Banda Aceh tersebut.

Seluruh Bupati dan Wali Kota di organisasi Akkopsi, kata Illiza, telah menyadari arti penting sanitasi bagi upaya peningkatan kesehatan, perekonomian dan produktifitas lingkungan hidup mau pun estetika ruang di daerah.

City Sanitation Summit merupakan agenda tahunan yang mengkonferensikan persoalan sanitasi sebagai sebuah upaya preventif kesehatan. Acara ini diikuti oleh para kepala daerah yang tergabung dalam Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi. []

ACEHKITA.com menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund senilai US$5.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

220 PNS Kemenag Aceh Dilantik Secara Virtual karena Pandemi Corona

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - 220 CPNS formasi 2018 dalam lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh dilantik dan diambil...

Bangunan Makam Cut Meutia di Aceh Utara Rusak Tertimpa Pohon

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Bangunan makam Pahlawan Nasional, Cut Meutia, rusak tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang beberapa waktu lalu. Kejadian ini turut...

Wilayahnya Rawan Bencana, Unsyiah dan Unand Kolaborasi Penelitian Kebencanaan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sama-sama berada di wilayah rawan bencana, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dan Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat...

Anggota DPR RI Apresiasi UTBK Unsyiah di Tengah Pandemi COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Muhammad Kadafi, meninjau langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer...

Webinar Harganas 2020 di Aceh: Jaga Keluarga dari COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) dan BKKBN Aceh menyelenggarakan webinar Hari...

More Articles Like This