RSUD di Aceh Dilengkapi Ruang Isolasi Khusus Pasien Covid-19

0
128
RSUD di Aceh Dilengkapi Ruang Isolasi Khusus Pasien Covid-19
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto. (Foto: Humas Setda Aceh)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, menyampaikan bahwa seluruh Rumah Sakit Umum Daerah di Aceh kini telah dilengkapi fasilitas ruang isolasi bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Hal itu sebagai tindak lanjut arahan Plt Gubernur Aceh usai pemerintahan kabupaten dan kota mendapatkan bantuan keuangan bersifat khusus dari pemerintah Aceh.

Untuk itu, kata Iswanto, Pemerintah Aceh mengapresiasi langkah cepat seluruh kabupaten dan kota dalam mengambil tindakan usai mendapatkan arahan dari Plt Gubernur dan Sekda Aceh.

“Sesuai arahan Plt Gubernur, minimal 10 persen dari jumlah tempat tidur di RSUD itu harus difungsikan sebagai tempat rawat inap bagi pasien teridentifikasi covid. Baru kemudian apabila ada pasien berat yang membutuhkan alat kesehatan tindakan agar dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh,” ujar Karo Humpro Setda Aceh dalam keterangannya, Minggu (9/8).

Dalam pra desk dan desk bantuan keuangan bersifat khusus dari Pemerintah Aceh kepada pimpinan daerah yang dilakukan Plt Gubernur dan Sekda Aceh pada pekan lalu, disebutkan bahwa seluruh RSUD di seluruh Aceh wajib menyiapkan ruang rawat Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging (Pinere) yang nyaman sesuai standar penanganan pasien Covid-19. Maksimal pada tanggal 15 Agustus 2020 keharusan itu harus dipenuhi oleh RSUD.

Ia menjelaskan, ruang Pinere yang harus dipersiapkan RSUD kabupaten dan kota adalah yang sesuai standar penanganan pasien Covid-19 katagori ringan dan sedang. Nantinya ruangan itu akan dimanfaatkan bagi pasien yang membutuhkan observasi dan perawatan awal serta tidak membutuhkan alat kesehatan tindakan seperti ventilator.

“Arahan itu langsung ditindaklanjuti oleh pimpinan kabupaten dan kota tanpa menunggu batas waktu tanggal 15 Agustus. Langkah ini wajib kita apresiasi,” ujarnya.

Iswanto menyebut, komitmen pemerintah di seluruh kabupaten dan kota itu menjadi kabar baik bagi penanganan Covid-19 di Aceh. Ia yakin pemutusan mata rantai penyebaran covid di Aceh akan berlangsung cepat.

Ia merincikan, di RSUD Cut Meutia telah disediakan 18 Tempat Tidur (TT) untuk inap pasien OTG, RSUD Meuraxa punya 17 TT, RSUD Sigli 19 TT, RSUD Bireuen 5 TT, RSUD Langsa 20 TT, RSUD Aceh Tengah 10 TT, RSUD Nagan Raya 6 TT, RSUD Abdya 13 TT, dan RSUD Zubir Mahmud 30 TT.

Selanjutnya RSUD Gayo Lues 9 TT, RSUD Aceh Tenggara 4 TT, RSUD Aceh Selatan 14 TT, RSUD Sabang 2 T, RSUD Pidie Jaya 2 TT, RSUD Aceh Tamiang 20 TT, RSUD Bener Meriah 6 TT, RSUD Aceh Jaya 6 TT, dan RSUD Aceh Barat 12 TT.

Kemudian RSUD Aceh Singkil 7 TT, RSUD Subulussalam 13 TT, RSUD Simeulue 7 TT, RSUD Aceh Besar 2 TT, RSUD Beureunun 11 TT dan RSUD Peureulak 3 TT.

Lebih lanjut, Iswanto menambahkan, untuk kesiapsiagaan melonjaknya kasus Covid-19, Pemerintah Aceh juga akan meresmikan penggunaan dua ruangan Pinere baru (Pinere 3 dan Pinere 4) yang punya kapasitas 70 tempat tidur pada Senin (10/8). Selain itu juga akan diresmikan 8 tempat penapisan pasien sebelum mereka masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat.

“Bahkan kita sedang mempersiapkan ruang Pinere 5 dan Pinere 6 dengan kapasitas 70 tempat tidur serta ruang operasi 2 theater dan ponek,” kata Iswanto.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.