Saturday, February 24, 2024
spot_img

Puasa dapat Sembuhkan Sakit Maag

JAKARTA — Banyak orang beranggapan bahwa berpuasa justru memicu penyakit maag, sehingga banyak penderita maag yang mengurungkan niatnya untuk berpuasa. Padahal, ternyata dengan berpuasa, justru dapat menyembuhkan penyakit lambung, termasuk sakit maag.

Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, dari Divisi Gastroenterologi FKUI/RSCM, dalam simposium di RSCM pada Senin (9/72012) mengatakan, bahwa ketika ada orang yang memiliki masalah dengan maag, justru dianjurkan untuk berpuasa. “Karena memang 60-80 persen orang sakit maag karena gangguan fungsional, yang diakibatkan oleh makan tidak teratur, makanan yang tidak sehat, merokok atau stress. Ketika berpuasa, semua hal tersebut dikontrol dan membuat tubuh menjadi lebih sehat,” ujarnya.

Ari menjelaskan, ketika berpuasa, orang tidak mengkonsumsi makanan dan minuman selama +/- 14 jam setiap harinya. Sehingga, pada awal puasa, sekitar 10 hari, biasanya secara normal akan terjadi perubahan pH lambung pada sebelum puasa. Namun, selanjutnya tubuh akan menyesuaikan diri , karena pola makan ketika puasa lebih teratur.

Ia juga mengatakan bahwa waktu puasa di Indonesia masih lebih baik dari negara lainnya, seperti di Eropa dan Jepang. Sehingga, pola puasa tidak akan terlalu berat untuk dijalani. Namun, bila mulai terasa nyeri sebagai pertanda maag, maka harus segera mendapat penanganan.

“Dispepsia atau maag adalah kumpulan gejala rasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada daerah epigastrium (ulu hati). Bisanya ditandai dengan mual-muntah, perut kembung, cepat kenyang, sering sendawa, dan nafsu makan kurang. Kemudian, pada kondisi yang sudah lanjut biasanya menyebabkan nyeri dada dan mulut pahit,” ujar Ari.

Ari menambahkan, harus dibedakan antara maag fungsional dan organik. Maag fungsional adalah maag yang diakibatkan oleh pola makan yang tidak teratur dan kebiasaan buruk lainnya. Namun, ketika dicek melalui USG atau endoskopi, tidak ditemui masalah lain. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen penyakit magh yang diderita penduduk di Indonesia diakibatkan oleh maag fungsional.

“Magh organik, disebabkan oleh adanya penyakit yang diderita dalam organ dalam tubuh, seperti tukak lambung/tukak 12 jari, polip/kanker kerongkongan, dan sebagainya. Ada pula penyakit yang diakibatkan oleh kuman seperti Helicobacter pylori,” ujar Ari.

Ari menjelaskan, ketika sedang melakukan puasa, sebaiknya setiap orang mulai mewaspadai beberapa tanda alarm sebagai peringatan ketika maag sudah mulai menyerang, seperti BB turun, anemia/pucat, muntah darah atau BAB hitam, da tidak bisa menelan.

“Kalau hanya mual sebenarnya masih wajar, tetapi ketika sudah mulai muntah dan lemas, terutama ketika anak-anak melakukan puasa, maka harus segera berobat ke dokter. Sehingga, dapat segera mendapatkan penanganan dan bisa kembali melakukan puasa” ujar Ari. [gatra.com]

Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU