Wednesday, April 8, 2020

Presiden Minta TNI Dilibatkan dalam Rekontruksi Pidie Jaya

Must Read

FOTO | Pesawat RI 1 Uji Terbang Perdana ke Aceh

Pesawat Boeing Business Jet 2 RI 1 dengan nomor lambung A-001 mendarat perdana di Pangkalan Udara Iskandar Muda, Blang...

FOTO | Dobrak Barikade Polisi

Demonstran menarik tameng barikade polisi hingga terjatuh dalam simulasi pengamanan pilkada di Mapolda Aceh, Kamis (19/1). Polisi akan mengamankan...

FOTO | Bajak Laut Ditangkap

Empat bajak laut Selat Malaka dihadirkan pada konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Aceh, Senin (26/9). Polisi Aceh berhasil...

ACT Aceh Gelar Aksi Solidaritas Bencana Kabut Asap

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dari berbagai daerah di Aceh bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT)...

[tps_footer][/tps_footer]JAKARTA | ACEHKITA.COM – Sehari setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Aceh, Presiden menggelar rapat terbatas membahas percepatan penanganan gempa Aceh di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat siang 16 Desember 2016.

Dalam sambutan pengantar rapat terbatas Presiden Joko Widodo meminta perhitungan yang cermat, akurasi data dan identifikasi kebutuhan pasca bencana gempa, termasuk detil lokasi yang terkena dampak bencana.

Agar pelaksanaan rehabilitasi dan rekosntruksi berjalan dengan cepat, Presiden meminta agar melibatkan TNI. “Saya minta nanti bantuan dari TNI, juga dikerahkan dalam proses rekonstruksi yang segera akan dimulai baik untuk rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan,” katanya dalam rilis yang disampaikan BNPB.

Presiden mengatakan sudah dua kali mengunjungi daerah terdampak bencana gempa bumi di Pidie, Pidie Jaya, Bireuen Aceh. Dia menilai penanganan di awal tiga hari setelah kejadian sangat cepat dan sangat bagus sekali.

Pada kunjungannya yang kedua, Presiden hanya memastikan bahwa seluruh rakyat mendapat bantuan, pelayanan dan penanganan yang baik. Mulai bantuan pelayanan kesehatan, bantuan santunan kematian, ketersediaan logistik bagi pengungsi, bantuan anak-anak maupun pembangunan fasilitas pelayanan umum seperti sekolah, rumah sakit, kantor pemerintah, masjid dan rumah warga yang rusak.

“Saya minta Kepala BNPB menyampaikan laporan dan langkah-langkah konsolidasi dan koordinasi terutama dalam soal jumlah dan kaitannya dengan lokasi serta jenis kebutuhan yang diperlukan,” kata Presiden.

Keinginannya, semuanya bisa dikerjakan secepat-cepatnya terkait dengan penanganan pascabencana agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dimulai segera.

Jokowi berharap adanya pendekatan baru dalam penanganan bencana, dimana tahap tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan secara paralel. Tidak perlu menunggu tahap demi tahap. Tetapi mana yang dapat dikerjakan lebih dulu langsung dibangun.

Begitu juga dengan bantuan stimulan rumah rusak. Tidak perlu menunggu semuanya selesai diverifikasi, kemudian baru diberikan bantuan. Pengalaman sebelumnya dalam penanganan bencana menunjukkan pemberian bantuan rumah rusak seringkali memerlukan waktu yang lama, mulai dari pendataan, verifikasi, ditetapkan kepala daerah hingga penyaluran bantuan butuh waktu yang lama.

Bahkan bisa setahun lebih seperti saat penyaluran bantuan stimulan rumah rusak pada bencana banjir bandang di Manado, gempabumi di Bener Meriah, dan erupsi Gunung Sinabung. Untuk itu verifikasi dan penyaluran bantuan disalurkan bertahap, mana yang sudah selesai hari itu langsung diproses penyaluran bantuannya.

Hingga Jumat, berdasarkan laporan ke Posko Utama Tanggap Darurat Gempa Aceh tercatat 18.612 rumah rusak yaitu 2.551 rumah rusak berat, dan 16.061 rumah rusak di tiga kabupaten yang terdampak gempa.

Dari sejumlah rumah rusak tersebut, sebagian sudah diverifikasi dan ditetapkan melalui SK Bupati dengan lampiran by name by address. Dengan dari itulah, BNPB menyalurkan bantuan stimulus rumah rusak sebesar Rp 11,8 milyar yaitu Rp 8,3 milyar untuk Pidie Jaya dan Rp 3,5 milyar untuk Pidie. Pemerintah memberikan stimulus perbaikan rumah rusak berat Rp 40 juta dan rumah rusak Rp 20 juta per rumah.

Pendataan dan verifikasi dipercepat dengan menambah jumlah personil di lapangan. Perguruan tinggi, dan relawan dilibatkan dalam proses pendataan dan verifikasi agar secepatnya selesai.

TNI saat ini terlibat aktif dalam tanggap darurat. Saat mengunjungi kembali Pidie Jaya pada 12 Desember lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan dalam evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan pasca gempa, TNI mengerahkan pasukan dari Kodam Iskandar Muda, Kodam 1/Bukit Barisan Medan, dan Marinir Jakarta.

“Kami kerahkan 2083 personel, kata Presiden kita harus bergerak dengan cepat, maka kita bergerak cepat,” ujar Panglima TNI. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This