Saturday, April 20, 2024
spot_img

Polisi Syariat Razia Penjual Makanan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Petugas Wilayatul Hisbah dan Satuan Polisi Pamong Praja menggelar razia di sejumlah pusat perdagangan di Banda Aceh, Senin (30/7). Mereka merazia para pedagang yang menjual makanan basah di siang hari bulan Ramadan.

Razia dimulai di kawasan Seutui. Di sini, petugas polisi syariat menyita kue penganan berbuka puasa. Petugas juga memperingatkan para pedagang itu untuk tidak menjual makanan di siang hari bulan puasa. Dari Seutui, razia bergerak di kawasan depan Masjid Raya Baiturrahman. Di Toko Swalayan Sinbun Sibreh, petugas WH mengambil roti selai.

Razia dilanjutkan ke kawasan Lamprit. Di sini, WH memperingatkan pemilik toko roti My Bread agar tidak menjual roti pada siang hari. Pantauan acehkita.com, kedai My Bread hanya buka pintunya saja. Menurut pemilik, pintu itu dibuka agar suasana toko tersebut tidak pengab. “Kita tidak menjual makanan,” kata pemilik kepada petugas WH.

Komandan Peleton WH Banda Aceh Efendi mengatakan, razia ini dilakukan untuk mengingatkan para pedagang agar tidak menjual makanan basah, seperti kue dan nasi, di siang hari selama bulan Ramadan.

“Kita telah menyerukan kepada pedagang untuk tidak menjual makanan seperti yang telah diimbau oleh Muspika,” kata Efendi.

Makanan yang tidak boleh dijual, kata Efendi, merupakan kue basah, nasi, roti selai. “Makanan itu bisa dijual pada pukul 16.00 WIB,” kata dia.

Makanan yang disita tersebut, ujarnya, akan dikembalikan kepada pedagang pada sore hari. “Agar mereka bisa menjual lagi. Para pedagang yang melanggar ini diingatkan dan didata,” ujarnya. []

Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU