Wednesday, February 26, 2020

Polisi Syariat Razia Makanan di Banda Aceh

Must Read

Harga Daging Meugang di Lhokseumawe

Para penjual terlihat sibuk melayani pembeli daging meugang di Pasar Inpres Lhokseumawe, Jum'at (26/05/2017). Harga daging meugang di hari...

BKKBN Gelar Audisi Pentas Komedi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh menggelar audisi pentas komedi 2012 yang...

VIDEO | Ekspresi di Tengah Represi

Fakta yang diikhtiarkan untuk mengungkapkan sebuah kasus yang dilakukan jurnalis dianggap sebagai "penghalang" dalam menimbun ketidakberdayaan sistem. Kebebasan berekspresi...

FOTO | Korban Tertimpa Pohon

Seorang siswa MTsN Model Banda Aceh saat dirawat di Rumah Sakit Tgk Fakinah setelah tertimpa pohon di tempat rekreasi...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Petugas Wilayatul Hisbah atau Polisi Syariat melakukan razia pedagang yang menjajakan kue basah dan minuman di siang hari pada bulan Ramadan. Dalam razia itu, Polisi Syariat menyita sejumlah makanan basah karena dijual sebelum waktu yang diperbolehkan selama pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.

Pantauan acehkita.com, razia yang digelar Polisi Syariat berlangsung pada pukul 09.00 WIB. Petugas berkeliling sejumlah ruas jalan dan pusat pertokoan. Di kawasan Peunayong, Polisi Syariat mendapati sebuah toko yang menjual kue basah pada pukul 11.45 WIB.

Akibatnya, kue seperti risol, tape, donat, bakwan, diambil petugas. Sedangkan penjualnya didata dan dinasehati.

Pemerintah Kota Banda Aceh mengeluarkan larangan agar penjual tidak menjajakan minuman dan makanan sebelum pukul 16.00 WIB selama pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.

Penjual kue, Farida, 40 tahun, menyebutkan bahwa kue itu merupakan titipan orang lain untuk dijual. “Pemiliknya membawa kue lebih awal ke toko,” ujar Farida.

Petugas meminta agar penjual itu tidak mengulangi menjajakan makanan dan minuman pada siang hari sepanjang Ramadan. Kalau kedapatan lagi, ia akan dikenakan sanksi –bisa berupa cambuk di muka umum, kata Kepala Seksi Penegakan dan Pelanggaran Satpol PP dan WH Aceh Nasrul Miadi.

Polisi Syariat juga mendatangi sejumlah titik yang diduga terdapat transaksi makanan di bulan puasa. Razia dilakukan di sejumlah lorong di Jalan Panglima Polem Peunayong. Di sana, petugas menemukan sejumlah warung buka, namun pemilik dan pembelinya merupakan non-muslim. Mereka tidak ditindak karena non-muslim diperkenankan sepanjang warung tidak menjual makanan untuk umat Islam. []

SABARUN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This