Polda Aceh Tangkap 4 Penjual Satwa Dilindungi dan Sita 1 Orang Utan Sumatera

Polda Aceh Tangkap 4 Penjual Satwa Dilindungi dan Sita 1 Orang Utan Sumatera
Tim Ditreskrimsus Polda Aceh mengamankan satu orang utan Sumatera. (Foto: Dok. Polda Aceh)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Ditreskrimsus Polda) Aceh menangkap empat orang yang diduga terlibat perdagangan satwa dilindungi yaitu orang utan Sumatera (Pongo abelii). Dari penangkapan itu, polisi menyita satu ekor orang utan yang telah dititipkan ke BKSDA Aceh untuk direhabilitasi.

“Ditreskrimsus Polda Aceh melalui Subdit IV Tipidter berhasil mengungkap dan mengamankan 4 orang yang diduga melakukan tindak pidana konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya dengan melakukan jual beli seekor orang utan Sumatera,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, kepada awak media pada Sabtu (13/2).

Winardy menyebut, dari empat orang yang diduga melakukan tindak pidana penjualan satwa dilindungi orang utan Sumatera tersebut, dua di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan 2 orang lainnya masih dilakukan pendalaman pemeriksaan untuk diketahui perannya masing-masing.

“Dua rang yang telah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial M (44) warga Lhoksukon, Aceh Utara dan A (52) warga Sumatera Utara,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pengungkapan kasus perdagangan satwa langka itu diawali oleh peran personel Ditreskrimsus Polda Aceh yang melakukan ‘undercover’ pembelian satwa langka di Aceh Tamiang pada Rabu (10/2) sekira pukul 21.30 WIB.

“Kemudian berdasarkan fakta di lapangan diduga pemilik satwa langka orang utan itu adalah AAN (45) warga Sumatera Utara dan telah melarikan diri,” sebutnya.

Winardy menambahkan, barang bukti yang diamankan petugas berupa satu ekor orang utan Sumatera dan sudah dititipkan ke BKSDA Aceh untuk direhabilitasi. Langkah tersebut dilakukan karena menurut dokter hewan, orang utan itu menderita sakit dan stres.

“Sementara untuk para tersangka dalam tindak pidana ini telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hari dan ekosistemnya,” ujarnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.