Monday, April 6, 2020

Plt Gubernur Harap Jusuf Kalla Terus Dukung Pembangunan Aceh

Must Read

Tanpa Dana Otsus, Aceh Terancam Bangkrut?

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai Aceh bakal bangkrut jika tidak ditopang dengan dana otonomi...

Jalan Longsor, Jalur Bireun-Takengon Macet

TAKENGON | ACEHKITA.COM-- Jalur lintasan Bireun menuju Takengo maupun sebaliknya mengalami kemacetan parah akibat badan jalan sedang dibersihkan...

Jelang PKA

Pekerja memasang lampu hias di jalan protokol Banda Aceh. Menjelang digelarnya Pekan Kebudayaan Aceh ke-V, jantung kota mulai di...

Dua Rumah Terbakar di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM -- Rumah permanen milik Zakaria (55) dan rumah menantunya Baharuddin (40), warga Gampong Mongeudong, Kecamatan Banda...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan kedatangan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla ke Universitas Syiah Kuala menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus meningkatkan pembangunan di berbagai bidang. Ia berharap Jusuf Kalla dapat terus memberikan dukungan untuk pembangunan Aceh.

Jusuf Kalla, kata Nova, merupakan pribadi yang punya andil besar mewujudkan perdamaian di Aceh. Ia merupakan tokoh yang aktif memperjuangkan perdamaian Aceh. “Untuk itu kembali kami menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam, atas jasa-jasa Bapak Jusuf Kalla bagi pembangunan Aceh,” kata Nova. Ia berharap Kalla dapat terus memberikan dukungan agar Aceh dapat terus berbenah dan giat melakukan perbaikan di berbagai sektor pembangunan.

Jusuf Kalla ke Aceh dalam rangka milad ke-58 Unsyiah. Di Unsyiah , Wapres JK juga meresmikan gedung 7in1, proyek pembangunan yang didukung Kerajaan Arab Saudi lewat Yayasan Saudi untuk Pembangunan atau The Saudi Fund for Development (SFD).

Unsyiah resmi berdiri pada 2 September 1961. Tanggal itu merupakan tonggak sejarah penanda dimulainya pembangunan kampus Darussalam, tepatnya pada 2 September Tahun 1959 oleh Bapak Pendidikan Aceh, (almarhum) Prof Ali Hashimy. Oleh mantan Gubernur Aceh itu, tanggal 2 September kemudian ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Daerah Aceh.

“Hari ini kita merayakan dua momen istimewa, yaitu Peringatan Hardikda, dan Milad Universitas Syiah Kuala. Mudah-mudahan, momentum ini semakin memperkuat semangat kita untuk terus memajukan pendidikan Aceh, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga pendidikan tinggi, sebagaimana cita-cita para pendahulu kita yang mendirikan kampus Darussalam ini,” kata Nova.

Nova menyebutkan, bersama UIN Ar-Raniry, Unsyiah merupakan pemasok utama bagi ketersediaan sumber daya manusia terdidik di Aceh. Karenanya Pemerintah Aceh bersama semua lembaga lain senantiasa kerja keras mendorong Unsyiah mencapai misinya sebagai universitas inovatif, mandiri, dan terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, olahraga, dan seni.

Nova berharap agar Jusuf Kalla terus mendukung perkembangan Unsyiah. “Sampai kapanpun Bapak Jusuf Kalla tetap mendapat tempat mulia di hati rakyat Aceh. Karena itu kami berharap Bapak Jusuf Kalla senantiasa memberi perhatian bagi dinamika pembangunan yang berjalan di daerah kami ini,” kata Nova.

JK dalam orasi ilmiahnya mengatakan kemajuan zaman terjadi begitu cepat. Di zaman yang sangat dinamis ini, kata JK, perubahan terjadi begitu cepat. Karena itu, ia berharap agar mahasiswa dan akademisi terus menciptakan inovasi dan melakukan perubahan secara fundamental.

“Semua punya kemampuan teknologi, tinggal cara terbaik untuk menghadapi masa depan yang lebih baik. Program fundamental hanya dapat dicapai oleh kita yang mau berubah secara fundamental,” kata JK.

Mahasiswa dan akademisi, kata Kalla, harus merespon segala perubahan lewat riset di tengah kemajuan dunia teknologi. Perubahan mendasar dari teknologi haruslah ditanggapi dengan kreativitas tinggi dan inovatif dari mahasiswa. Ia memberi kiasan bahwa berbagai penemuan dunia yang dilakukan oleh mereka yang notabenenya tak lulus kuliah. “Tidak tamat saja mereka hebat, apalagi kalau tamat. Akan lebih hebat dan itu harapan saya,” kata dia.

Jusuf Kalla yakin di tangan anak mudalah kehidupan bangsa dapat diubah. “Anda punya potensi itu, lakukan dengan baik.”

Rektor Unsyiah Samsul Rijal, mengatakan salah satu upaya mengembangkan kapasitas program studi adalah penguatan kapasitas program studi. Saat ini terdapat 135 program studi di bawah 12 fakultas dan program pascasarjana. Sebanyak 37 di antaranya telah berakreditasi A. Saat ini tercatat ada 29.268 ribu mahasiswa yang tercatat belajar di Unsyiah. Di antara mereka 68 orang adalah mahasiswa yang berasal dari mancanegara.

Ia melaporkan, setiap tahunnya Unsyiah meluluskan enam ribu lulusan. “Jumlah alumni Unsyiah telah mencapai 126.649 ribu orang,” kata dia. Sepanjang tahun 2019, Unsyiah mencatat 66 torehan prestasi, di antaranya adalah 10 prestasi tingkat internasional dan 26 prestasi tingkat nasional.

Selain itu, lanjut Samsul, Unsyiah punya kapasitas pengajar sebanyak 1.595 orang dari berbagai bidang keilmuan serta 684 tenaga kependidikan. Dari angka itu, 64 orang di antara tenaga pengajar telah mencapai jabatan Profesor.

Samsul berharap di usia 58 tahun Unsyiah, kampus Jantong Hate Rakyat Aceh itu terus berkembang, terus menjadi kebanggaan dan benar-benar menjadi universitas yang inovatif, mandiri dan terkemuka.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This