Pingin Cepat Kerja? Kuliah Saja di D3 Manajemen Agribisnis Unsyiah

0
601
Kampus Fakultas Pertanian, Unsyiah

Kurnia Lestari tak lama menganggur, hanya 6 bulan selepas kuliah di program Diploma III (D3) Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Ilmu yang didapatnya sebagai mahasiswa pun, sangat membantu dalam bekerja sehari-hari.

Perempuan kelahiran 4 Februari 1993 ini, tercatat sebagai alumni D3 Manajemen Agribisnis, angkatan 2011 dan lulus tahun 2014. “Kuliah alhamdulillah cepat selesai, cari-cari kerja selama 6 bulan,” kisahnya, Rabu (8/7/2020).

Setamat kuliah bergelar diploma, Kurnia rajin mencari-cari peluang kerja. Sampai kemudian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru membuka kantor di Aceh, menerima pegawai. Ada lowongan untuk D3 semua jurusan, dia melamar. “Awalnya hanya coba-coba, tidak terlalu yakin karena basic pertanian, tetapi usaha untuk lulus perlu kuat,” katanya.

Kurnia girang bukan kepalang saat pengumuman di awal 2015, namanya tercantum sebagai salah satu yang lulus di OJK. Sejak itu, dia berkerja di sana. Karena lulusan D3 Manajeman Pertanian, awalnya Kurnia berpikir akan sulit memulai pekerjaan di lembaga yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan, sektor Pasar Modal, dan sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Yang dipikirkan tak terbukti. “Ternyata ilmu selama kuliah yang sering praktik dan turun ke lapangan sangat membantu dalam bekerja. Hampir sama dengan aktivitas saya saat ini pada bagian administrasi, edukasi dan perlindungan konsumen di OJK Aceh,” katanya.

Kurnia lestari. Dok. Pribadi

Menurutnya, kuliah di D3 Manajemen Agribisnis tak melulu belajar soal pertanian, tapi juga ekonomi, manajemen kantor, sampai kecakapan dalam memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Hal ini menjadi modal kuat dalam menghadapi dunia kerja.

Para lulusan juga dibekali dengan mata kuliah yang mendukung mereka untuk siap menjadi agripreneur dan siap kerja. Mata kuliah selain kompetensi utama di bidang agribisnis, juga kompetensi umum seperti Komunikasi Bisnis, Manajemen Manajerial, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Sistem Informasi Manajemen.

“Saya memilih kuliah di D3 Manajemen Agribisnis dulunya karena memang suka pertanian. Intinya kuliah di D3 itu juga keren, cepat selesai dan cepat kerja.”

Kurnia mencatat, mahasiswa yang lulus di angkatannya sekitar 20 orang, rata-rata telah bekerja di berbagai sektor. Ada yang menjadi pegawai negeri, bekerja di perusahaan sampai membuka usaha sendiri. Soal menjadi wiraswasta yang mumpuni, juga diajarkan di kampus itu.

Memulai tahun ajaran baru 2020/2021, Program D3 Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian Unsyiah, akan kembali menerima mahasiswa pada akhir Agustus 2020 mendatang. “Setelah penerimaan mahasiswa lewat jalur SMBPTN selesai,” kata Akhmad Baihaqi, Ketua Program D3 Manajemen Agribisnis.

Menurutnya, tahun ini direncanakan akan menerima sebanyak 120 mahasiswa. Mereka nantinya akan memulai kuliah September 2020, dididik menjadi pekerja tangguh dalam tempo 3 tahun atau 6 semester. Kuliah di sana mempunyai berbagai keunggulan, karena kampus telah melakukan kerja sama dengan dunia usaha dan industri dan magang bagi mahasiswa.

“Jadi mahasiswa benar-benar disiapkan dengan lebih banyak praktik di lapangan sambil belajar di ruangan,” kata Baihaqi.

Ke depan, kata baihaqi, kurikulum D-3 atau vokasi akan mengusung ‘merdeka belajar’ dan ‘kampus merdeka’ yang saat ini digaungkan pemerintah. Kurikulum baru dirancang mempersiapkan SDM yang memiliki skill juga kompetensi agribisnis, agar mampu menghadapi perubahan budaya kerja, siap kerja, siap mandiri, siap berkompetisi secara nasional dan regional dalam kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta tantangan dunia.

Mahasiswa D3 Manajemen Agribisnis saat kuliah lapangan

Para mahasiswa juga diwajibkan menguasai teknologi informasi dan digital, sebagai tuntutan globalisasi era yang berkembang pesat. “Ini salah satu fokus dalam memperkuat SDM Manajemen Agribisnis, tujuannya dapat menghasilkan lulusan yang profesional, dan semakin kompeten di era revolusi industri 4.0,” kata Baihaqi.

Tambahnya, saat ini D3 Manajemen Agribisnis juga telah melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk menyiapkan mahasiswa dalam kesiapan kerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri baik di Aceh maupun luar Aceh. Beberapa di antaranya adalah: Taman Buah Mekar Sari, PT Perkebunan Nusantara I, PT Semadam, Kebun Percobaan Kopi Gayo, Oro Caffee Gayo, dan Deputroe Coffee yang merupakan industri produk khas Aceh yang telah mengglobal. [Inforial]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.