Tuesday, February 18, 2020

Persiraja Kembali Didenda Komdis PSSI Akibat Aksi Pelemparan Botol Penonton

Must Read

Harga Sembako Beranjak Naik

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Harga sejumlah bahan pokok di Banda Aceh mulai merangkak naik menjelang tahun baru 2013. Sejumlah...

Cerita Fanisa jadi Korban Trafficking

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Fanisa Rizkia harus merasakan getirnya hidup di usia belianya. Terpisah dari orangtuanya akibat gelombang...

KontraS Nilai Penerapan Hukuman Cambuk Tebang Pilih

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menilai penerapan hukuman cambuk terhadap...

TNI Rakit Motor Gas untuk Antisipasi Kelangkaan BBM

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Ide dan kreativitas Letnan Kolonel Joko mendapat apresiasi dari Menteri Pertahanan Ryamizard Rayacudu. Perwira...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Persiraja Banda Aceh kembali harus menerima sanksi dari Komdis PSSI. Sanksi diberikan saat Laskar Rencong kontra PSMS Medan di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Rabu malam (14/8).

Sanksi tersebut sebagaimana hasil sidang Komisi Disiplin pada Selasa (20/8) yang dimuat di laman resmi PSSI pada Rabu (21/8). Terdapat 26 sanksi yang dijatuhkan kepada klub, ofisial dan pemain yang dinilai telah melakukan pelanggaran.

Persiraja mendapat sanksi atas jenis pelanggaran yang sama seperti sebelumnya. Pada laga yang dimenangi tim asuhan pelatih Hendri Susilo dengan skor 2-0, Persiraja didenda atas pengulangan jenis pelanggaran pelemparan botol yang dilakukan pendukungnya.

Sebelumnya Persiraja sudah menerima sanksi jenis pelanggaran serupa pada laga di markasnya 6 Juli 2019 lalu. Alhasil, Komdis PSSI pun menjatuhi denda sebesar 37.500.000 rupiah atas tindakan pelemparan botol pendukung Persiraja pada laga melawan PSMS.

Menanggapi sanksi Komdis PSSI yang berulang tersebut, Sekretaris Umum Persiraja Rahmat Djailani menyayangkan kejadian pelanggaran yang sama kembali berulang. Dia menyebut pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya kepada penonton agar tidak melakukan pelemparan botol.

“Kita menyayangkan kejadian yang sama berulang-ulang. Padahal kita sudah mengimbau dan melakukan edukasi serta sosialisasi agar penonton tidak melakukan pelemparan,” ujar Rahmat saat dikonfirmasi pada Kamis (22/8).

Hingga saat ini, bila ditotal Persiraja sudah mendapat empat sanksi dari Komdis PSSI dengan total denda mencapai Rp 112,5 juta. Pertama kali Persiraja didenda pada laga menjamu Cilegon United, Sabtu malam (6/7) lalu.

Dalam laga kandang tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan denda kepada Persiraja sebesar Rp 50 juta atas dua jenis pelanggaran dalam satu pertandingan. Pertama Persiraja didenda sebesar Rp 25 juta atas jenis pelanggaran 5 kartu kuning dalam satu pertandingan, dan Rp 25 juta berikutnya didenda atas jenis pelanggaran pelemparan botol yang dilakukan pendukungnya.

Kemudian tim bermarkas di Stadion H Dimurthala Banda Aceh ini kembali didenda sebesar Rp 25 juta dalam laga tandang kontra PSGC Ciamis pada 13 Juli 2019. Denda diberikan kepada Persiraja atas jenis pelanggaran mendapatkan 5 kartu kuning dalam satu pertandingan.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

Puluhan Anak Muda Aceh Suarakan Pemenuhan HKSR

Puluhan anak muda Aceh yang mewakili lintas komunitas dan Forum Perempuan Muda menyuarakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) untuk kelompok muda Aceh....

Jelang Kenduri Kebangsaan, Yayasan Sukma Gelar Seminar Keacehan di Unsyiah

Yayasan Sukma Bangsa bersama Forbes Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh dan Universitas Syiah Kuala menggelar seminar Keacehan bertema ‘Kearifan Masa Lalu Kejayaan...

More Articles Like This