Tuesday, April 7, 2020

29 Mahasiswa Asing Belajar Pengurangan Risiko Bencana di Unsyiah

Must Read

FOTO | Persiraja Sukses Jaga Kandang

Persiraja Banda Aceh sukses mengamankan poin kandang setelah menang 2-0 atas Persita Tangerang dalam laga lanjutan babak delapan besar...

Ilyas Pase Divonis 2 Tahun Penjara

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Bekas Bupati Aceh Utara Ilyas Abdul Hamid divonis dua tahun penjara. Putusan itu...

Ceumeulho

Seorang petani di kawasan Lamrueng Aceh Besar merontokkan padi dengan cara menginjak-injak (ceumeulho). Belakangan, merontokkan padi secara tradisional sudah...

Inilah Ikrar Pilkada Damai

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Dipandu Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Teungku Muslim Ibrahim, lima pasang kandidat mengikrarkan untuk...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 29 mahasiswa asing mengikuti kegiatan Summer Course on Disaster Risk Reduction and Management di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, selama empat hari mulai 22 hingga 25 Agustus 2019. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr. Hizir, di Gedung Magister Ilmu Kebencanaan atau Gedung Hyogo, Darussalam, Banda Aceh, pada Jumat (23/8).

Para mahasiswa yang belajar pengurangan risiko bencana dan manajemen kebencanaan di Unsyiah tersebut berasal dari enam perguruan tinggi di Asia yaitu 5 orang dari Universiti of Malaysia, 12 orang dari Universiti Malaysia of Trengganu, 7 orang dari China University of Geoscience Wuhan, 2 orang dari Fatoni University Thailand, 2 orang dari Kobe University Jepang dan 1 orang dari Tokyo University.

Hizir mengatakan, Summer Course on Disaster Risk Reduction and Management merupakan kegiatan kerja sama antara Unsyiah dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Sebelumnya kegiatan tersebut telah dilaksanakan di IPB pada 18-21 Agustus 2019.

“Summer Course on Disaster Risk Reduction and Management ini kegiatan yang sangat penting. Sebab melalui forum ini mahasiswa internasional bisa bertukar gagasan dan informasi terkait upaya pengurangan risiko bencana ataupun manajemen kebencanaan, yang berdasarkan kearifan lokal,” ujar Hizir.

Selain belajar pengurangan risiko bencana, sebut Hizir, para peserta juga mendapatkan pengetahuan mitigasi bencana melalui materi di kelas dan kegiatan di lapangan.

Ia menyebutkan saat ini perhatian dunia terhadap bencana sangat serius. Karena menurutnya bencana adalah ancaman serius yang bisa menghambat rencana pembangunan suatu negara. Karena jika terjadi suatu bencana, maka bisa turut mempengaruhi proses pembangunan, kondisi kehidupan serta ekonomi suatu negara.

“Apalagi sejak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menetapkan bahwa Sustainable Development Goals (SDGs) harus mendorong setiap negara untuk memantau pengurangan risiko bencana demi pembangunan yang berkelanjutan,” sebut Hizir.

Untuk itulah, kata Hizir, sebagai perguruan tinggi Unsyiah dan IPB telah berusaha untuk terlibat aktif pada kegiatan-kegiatan mitigasi bencana, salah satunya dengan melaksanakan Summer Course on Disaster Risk Reduction and Management.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masa depan kita, karena bisa meningkatkan perhatian kita untuk lebih serius dalam mitigasi bencana,” tutur Hizir.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This