Pemerintah Aceh Dukung Pengusulan Jalur Rempah ke UNESCO Jadi Warisan Dunia

Pemerintah Aceh Dukung Pengusulan Jalur Rempah ke UNESCO Jadi Warisan Dunia
Pertemuan membahas pengusulan jalur rempah sebagai warisan dunia ke UNESCO berlangsung di Biro Isra Setda Aceh. (Foto: Dok. Humas Setda Aceh)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, mengatakan Pemerintah Aceh mendukung upaya Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI untuk mengusulkan jalur rempah sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO.

Hal itu disampaikan Ahmad Dadek dalam pertemuan dengan Ketua Komite Program Jalur Rempah Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Ananto K. Seta, di Gedung Biro Isra, Selasa (17/11).

“Pemerintah Aceh akan menindaklanjuti hal itu dengan membuat Qanun Kebudayaan, melakukan pengkajian ilmiah terkait jalur rempah, mengangkat jalur rempah sebagai tema Pekan Kebudayaan Aceh Tahun 2022, serta melakukan kampanye dan promosi jalur rempah,” ujar Dadek dalam keterangannnya.

Selain itu, kata Dadek, Pemerintah Aceh akan membentuk tim pendukung program jalur rempah dengan melibatkan Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

“Pihak Kemendikbud lewat Balai Pelestarian Cagar dan Budaya akan mensinergikan kegiatan-kegiatan untuk mendukung program jalur rempah di Aceh,” sebutnya.

Sementara itu, Ditjen Kebudayaan di bawah Kemendikbud RI menyatakan Aceh merupakan ujung tombak dari program jalur rempah yang saat ini sedang dipersiapkan untuk diusulkan sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO pada 2024 mendatang.

Untuk itu, Aceh diminta mendukung program nasional terkait pengusulan jaringan perdagangan rempah-rempah nasional sebagai warisan budaya dunia ke organisasi internasional di bawah PBB tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Komite Program Jalur Rempah Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Ananto K. Seta, saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Aceh, di Gedung Biro Isra, Selasa (17/11).

“Secara historis Aceh pernah memimpin jalur perdagangan rempah di masa lalu dan kini Aceh juga adalah ujung tombak dari 20 titik awal rekonstruksi jalur rempah,” ujar Ananto dalam diskusi bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh.

Diskusi itu dipimpin Kepala Biro Isra Setda Aceh, Zahrol Fajri serta dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, T. Ahmad Dadek, Kepala Biro Humas dan Protokol, Muhammad Iswanto, dan sejumlah dinas terkait.

Ananto menjelaskan, dari 20 titik awal rekonstruksi jalur perdagangan rempah nasional di seluruh Indonesia, dua di antaranya berada di Aceh, yaitu Aceh Utara dan Banda Aceh.

Menurut Anato, hasil yang diharapkan dari program jalur rempah ini adalah sebagai paltform budaya bersama untuk menumbuhkan kebanggaan akan jati diri daerah-daerah di Indonesia dan memperkuat jejaring interaksi budaya antar daerah, pulau dan bangsa.

“Selain itu juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan, mengemban dan memanfaatkan warisan budaya jalur rempah untuk pembangunan Indonesia,” ujar Ananto.

Terakhir, kata Ananto, hasil yang diharapkan dari jalur rempah itu adalah untuk mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia untuk memperkuat diplomasi Indonesia sekaligus meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.