Sunday, March 29, 2020

Pembukaan MTQ XXXIV Aceh di Pidie Dimeriahkan Tari Meusyuhu

Must Read

Ie Bu Peudah, Bubur Campuran 44 Jenis Daun

“Ka masak bang Zainon?” tanya seorang perempuan setengah baya. Ia memakai kain batik panjang sebagai penutup kepalanya, bersarung, dan...

FOTO | Beras Diselundupkan

Petugas Bea dan Cukai Banda Aceh menggagalkan penyelundupan beras dan gula ilegal dari pelabuhan bebas Sabang. Sedikitnya disita 147...

Dua Jam Bersama Ekspedisi Indonesia Biru

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM – Sejumlah jurnalis sambut kedatangan Tim Ekspedisi Indonesia Biru di salah satu warung kopi di Kota Lhokseumawe, Kamis...

2.991 Orang Gila di Aceh Masuk Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mencatat sebanyak 2.991 orang gila atau tuna grahita di Provinsi...

SIGLI | ACEHKITA.COM – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Aceh di Kabupaten Pidie, Sabtu malam (21/9). Seremonial pembukaan MTQ dimeriahkan dengan penampilan Tari Meusyuhu yang dimainkan ratusan penari.

Persembahan tarian kolosal di bawah koreografer Yusri Sulaiman ini berupa kolaborasi Rapai Geleng, Rapai Grimpheng, Meugrop, Seudati, Rabbani Wahid dengan diawali Saleum berisi syiar Islam. Pembukaan MTQ XXXIV Aceh di Pidie ditandai dengan dibunyikan sirene oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, yang disetai penampilan teatrikal ratusan penari dan pelepasan balon ke udara.

Dalam sambutannya, Nova Iriansyah berharap penyelenggaraan MTQ menjadi salah satu sarana menjaga kemurnian Al-Quran. Di samping itu, juga menjadi sarana dakwah dengan upaya memperkenalkan Al-Quran kepada masyarakat.

“MTQ menjadi salah satu media yang sangat efektif dalam menyebarkan syiar Islam karena unsur seni dalam MTQ dianggap sebagai salah satu daya tarik tersendiri yang dapat mendorong minat masyarakat dalam mempelajari Al-Quran,” kata Nova.

Nova mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memandang MTQ sebagai sebuah acara rutinitas atau sebatas ajang kompetisi dalam seni membaca Al-Quran, melainkan harus dipandang sebagai sarana penyebaran dakwah Islam.

“Dengan kegiatan mulia ini kita bisa memperkuat ukhuwah, dan mempererat silaturrahim yang pada akhirnya akan melahirkan kesadaran umat Islam mencintai dan memuliakan Al-Quran,” sebutnya.

Nova mengharapkan lewat kegiatan MTQ dapat menambah minat masyarakat dalam membaca dan belajar Al-Quran serta mengupayakan agar Quran benar-benar tertanam dalam hati masyarakat.

Sementara itu, Bupati Pidie, Roni Ahmad, mengatakan kegiatan pelaksanaan MTQ XXXIV Aceh di Pidie merupakan yang kedua setelah pada tahun 1987, atau 32 tahun lalu juga digelar di Pidie.

“MTQ tahun 2019 di Pidie yang digelar mulai tanggal 21 hingga 28 September ini diikuti oleh 1.170 peserta (584 peserta putra dan 586 peserta putri) serta 1.105 official,” ujar pria yang akrab disapa Abusyik.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan ajang MTQ sebagai media untuk pembelajaran transformatif bagi syiar Islam di tengah arus perubahan budaya. “Mari jadikan MTQ sebagai momen strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan penghayatan Quran di kalangan keluarga dan masyarakat,” sebut Abusyik.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This