Thursday, April 9, 2020

Paranoia Amerika dan Ketenangan Den Haag

Must Read

Mahasiswa Serukan Lawan Intimidasi

BANDA ACEH,acehkita.com. Sekitar lima puluhan mahasiswa berunjukrasa di Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (7/4).Mahasiswa yang tergabung dalam Pemerintahan Mahasiswa...

FOTO | Pedagang Bawang

Pedagang bawang menjajakan barang dagangannya di Pasar Inpres Lhokseumawe, Minggu (23/6). Pasca kenaikan harga BBM, harga bawang berkisar Rp26-28...

Ratusan Bibit Mangrove Mati

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM -- Ratusan bibit mangrove yang ditanam di bibir pantai Kecamatan, Peukan Bada, Aceh Besar, mati....

Jak Meudagang

Jak Meudagang Saiful Mahdi* Sikap inklusif dan terbuka atau eksklusif dan tertutup adalah cara kita memandang dan menempatkan  “orang lain”, “pandangan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

PADA tahun 1993, ketika sampai di Kairo, Mesir, sebagai mahasiswa baru, kami dijemput oleh rombongan IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Gontor yang ada di sana. Dari Bandara Mathar Jadid, Cairo New Airport, kami langsung dibawa ke rumah IKPM di kawasan Rab’ah Adawiyah di Nasr City. Bang Samsul Bahri Harahap, ketua IKPM seorang pecinta kuliner. Ketika kami tiba, hati lembu atau kibdah sudah tersaji.

“Ini kibdah, pakai lada. Paling enak tiada dua,” demikian bang Samsul mempersilakan.

Kami pun makan dengan lahap, dan sampai beberapa tahun, masakan dan sandwich kibdah menjadi kesukaan selama di Mesir.

Setelah makan, datang kawan-kawan dari berbagai tempat dan lintas angkatan. Kami cerita-cerita nostalgia. Eh baru sejam mengobrol tentang Pondok dan keadaan Indonesia, diskusi beralih ke cerita tentang sepak bola. Diskusi memanas, sebab akan ada pertandingan antara Nady Al Ahly dan Nady Az-Zamalek. Klub sepak bola Ahly dengan kostum merah dan Zamalek dengan kostum putih. Dua musuh kebuyutan.

Rupanya kawan-kawan IKPM yang datang ke rumah itu, ada yang Ahlawy, pendukung fanatik Al Ahly, dan ada yang Zamalkawy, pendukung Zamalek. Mereka berdebat keras mendukung idola masing-masing.

Kemudian selama tujuh tahun di Mesir, saya juga sering menonton dan mengikuti perkembangan sepak bola, bahkan sempat menjadi manajer Iskandar Muda Club, tim bola Keluarga mahasiswa Aceh (KMA) Kairo.

Pendukung sepak bola Mesir termasuk pendukung yang fanatik. Apalagi ahlawy dan zamalkawy. Kalau derby antara keduanya, berhari-hari diulas dan disiarkan analisanya oleh media.

Banyak cerita kita dengar tentang perdebatan dan perkelahian antarpendukung kedua club itu. Di media atau koran, ada pernah memuat kejadian pertikaian keluarga yang disebabkan oleh perbedaan pilihan klub sepak bola. Ada bahkan suami yang bertikai kemudian bercerai, karena satu mendukung Ahly dan satunya mendukung Zamalek.

Pernah suatu saat kami berbelanja ke pasar di dekat Masjid Sayyidah Zainab, tiba-tiba ada bunyi yang sengat keras, bunyi kaca pecah. Rupanya suara datang dari sebuah kedai kopi, seorang pengunjung melempar TV dengan bangku kayu karena tim yang dibelanya kalah dalam pertandingan.

***

John F. Kennedy adalah seorang presiden Amerika Serikat yang populer. Namanya sering disematkan untuk nama berbagai tempat di Amerika, salah satunya dipakai menjadi nama airport terbesar di kota New York, disingkat menjadi JFK. Bandara ini merupakan pintu masuk internasional tersibuk di Amerika Serikat. Tahun lalu saja, melayani lebih dari 16 juta penumpang.

Kemarin, Ahad malam (14/8/2016), Bandara JFK digegerkan dengan bunyi tembakan dan teriakan riuh-rendah. Sekitar pukul 9.30 malam, tiba-tiba ada bunyi keras bak tembakan di dalam terminal, semua penumpang panik, langsung tiarap dengan penuh ketakutan. Polisi langsung mengepung tempat itu, menyisir seluruh tempat mencari yang diduga pelaku penembakan.

Setelah diadakan penyisiran besar-besaran, tidak ditemukan orang luka atau bekas tembakan.

Rupanya, diketahui kemudian bahwa suara yang diduga tembakan senapan, kemungkinan adalah suara dari sorakan penonton TV yang histeris karena Usain Bolt, pelari dari Jamaica berhasil meraih medali emas lari 100 meter untuk ketiga kali berturut-turut (Beijing 2008, London 2012 dan Rio 2016) dengan demikian mencatat rekor olimpiade.

Tidak ditemukan ada bukti penembakan.

Terminal 1 dan 8 sempat dievakuasi oleh otoritas Amerika ketika menerima panggilan telepon ke 911 melaporkan kejadian penembakan tersebut.

Polisi sempat menutup jalan tol Van Wyck Expressway dekat bandara JFK untuk berjaga-jaga.

***

IMG-20160816-WA0001Malam sudah larut. Den Haag yang memang jauh dari kebisingan, sangat sepi. Tidak ada suara kendaraan yang berdecit bannya karena balap liar seperti sering terjadi di depan rumah kami di Desa Tanjong, Aceh Besar, tiap malam Ahad, di mana motor atau mobil saling sebèng di U turn sebelum naik ke jembatan Pango.

Mata sudah layu, hampir padam. Hening suasana malam dan dingin cuaca menambah tubuh semakin nyaman di perebahan. Tiba-tiba trooot-trooot-trooot, treeet-treeet-treeet terdengar bunyi yang keras di kejauhan. Diiringi dengan suara sirene polisi yang berbunyi tidak lama sesudah itu. Saya langsung tersentak dan terbangun. Mirip suara tembakan beruntun, atau seperti travo listrik meledak.

Saya langsung menyalakan TV, tidak ada berita apa-apa. Buka internet, mencari di bagian news tentang Den Haag, juga tidak ada berita baru apa-apa. Saya pun melanjutkan tidur sambil berdoa semoga semua dijauhkan dari segala bala.

Besoknya di hari Ahad, karena ada suatu hal, tidak teringat lagi kejadian suara trooot-trooot itu.

Tadi sore, Senin 16 Agustus, kami pergi ke pantai Scheveningen, kira-kira 8 kilometer dari rumah. Sesampai di sana, kami parkir di bawah hotel Kurhaus. Kemudian berjalan dari sebelah hotel sampai ke tepi laut. Hotel itu di ketinggian, setelah turun beberapa undakan tangga, ada jalanan sangat luas untuk pejalan kaki. Deretan restoran dan bar sepanjang jalan.

Sebelum hamparan pantai yang juga luas, ada beberapa restoran yang menyediakan berbagai makanan, terutama fish and chips yang menjadi favorit pengunjung. Di setiap meja di restoran, ada kobaran api untuk penghangat pengunjung yang terkena angin laut.

Hotel Kurhaus adalah sebuah bangunan yang bersejarah. Selain banyak pemimpin dunia yang tidur di sana, termasuk Jokowi dalam kunjungan terakhirnya ke Belanda, hotel ini juga tempat menginapnya delegasi Indonesia ketika perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB) atau di Belanda dikenal dengan Ronde Tafel Conferentie pada tahun 1949. Konferensi yang menghasilkan penyerahan kedaulatan (souvereiniteitsoverdracht) wilayah yang dijajah Belanda kepada Indonesia.

Hasil KMB ini kemudian juga menjadi salah satu punca masalah yang menyebabkan konflik yang berkepanjangan antara Pemerintah Indonesia dan rakyat Aceh.

Setelah menikmati karunia Allah sunset yang sangat indah, kami pun menyusuri jalan untuk pulang. Di tengah jalanan, ada tenda putih yang memanjang. Oala.. Rupanya tenda tempat diadakan Internationaal Vuurwerkfestival, festival kembang api internasional. Rupanya bunyi trooot-trooot-trooot, treeet-treeet-treeet di malam minggu yang menyusahkan hati itu, adalah suara dari kembang api yang ditembakkan dari pantai Scheveningen.

***

IMG-20160816-WA0004Keributan yang terjadi di kedai-kedai di Mesir ketika pertandingan sepak bola antara Ahly dan Zamalek sampai TV pecah, dan bunyi seperti suara tembakan dan perkelahian seperti di JFK New York ketika orang menonton sprinter Jamaica mendapat medali emas di tiga olimpiade yang berbeda, dan bunyi seperti ledakan travo listrik di Den Haag Belanda, semua kejadian ini, alhamdulillah tidak mengakibatkan kekerasan dan kehilangan nyawa.

Di Aceh dulu, ketika masa konflik pernah ada kejadian ledakan ban mobil yang menyebabkan lima nyawa melayang. Saat itu, 12 Juni 1999, serombongan aparat melewati Keudee Alue Nireh dan tiba-tiba ban reo yang mereka tumpangi meletus. Aparat kemudian memberondong peluru ke arah warga sehingga menyebabkan 5 korban tewas dan lainnya luka-luka.

Di dalam hidup ini, kita harus mempunyai kesabaran, memeriksa dengan cermat dahulu sebelum mengambil sesuatu keputusan. Jangan cepat asah parang sesama sendiri, akhirnya menyesal kemudian.

Para pemimpin jangan menganggap semua suara letusan itu adalah bunyi senjata yang diarahkan untuk menggoyang kursi kedudukan, sehingga mati-matian mempertahankan atau merebut kekuasaan. Besar kemungkinan suara itu hanyalah bunyi perut atau keroncongan dari rakyat yang tidak mampu disejahterakan.

Justru janji-janji yang tidak ditepati, itulah senapan yang menikam jantung hati rakyat semua. []

MUNAWAR LIZA ZAINAL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This