Multipihak Berkumpul di Unsyiah Bahas Pengentasan Kemiskinan di Aceh

0
738
Multipihak Berkumpul di Unsyiah Bahas Pengentasan Kemiskinan di Aceh
Multipihak berkumpul di Unsyiah membahas soal upaya pengentasan kemiskinan Aceh, Selasa 6 Agustus 2019. (Foto: Dok. Unsyiah)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengumpulkan multipihak dalam Forum Akademia Solusi untuk Aceh (SuA) yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (6/8). Forum yang diikuti para akademisi, perwakilan pemerintah provinsi/kabupaten, pengusaha, hingga tenaga ahli ini membahas upaya pengentasan kemiskinan di Aceh.

Koordinator SuA yang juga dosen Fakultas Hukum Unsyiah, Kurniawan, mengatakan pertemuan ini muncul dari keprihatinan Unsyiah melihat kondisi masyarakat Aceh saat ini yang masih berada di garis kemiskinan. Secara nasional, angka kemiskinan di Aceh masih sangat tinggi.

Padahal selama 11 tahun terakhir mulai pertama otsus dikucurkan pada 2008, Aceh telah menerima banyak Dana Otonomi Khusus (Otsus) hingga mencapai lebih Rp72 triliun. Tetapi kucuran dana tersebut tidak mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera.

“Unsyiah ingin mengambil bagian untuk berinisiatif mendudukkan pengambil kebijakan agar dapat mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk pengabdian Unsyiah kepada masyarakat. Selain itu, juga untuk mengumpulkan para pengambil kebijakan di Aceh agar bersama-sama mencari solusi pasca usai dana otsus nanti.

Rektor Unsyiah yang juga inisiator SuA, Prof. Samsul Rizal, mengatakan selama ini penurunan angka kemiskinan di Aceh tidak terlalu signifikan. Menurutnya ada kesalahan dalam pengelolaan dana otsus, termasuk juga belum menyentuhnya penyelesaian kemiskinan yang dilakukan pemerintah melalui program-programnya.

Rektor juga menganjurkan agar zakat dan wakaf di Aceh dikelola menjadi lebih produktif, karena berpotensi besar membantu masyarakat agar hidup lebih sejahtera. Ia berharap pertemuan perdana Forum Akademia SuA dapat menghasilkan sebuah keputusan baik yang dapat memutuskan rantai kemiskinan di Aceh.

Dalam kegiatan ini berlangsung diskusi yang bertemakan “Optimalisasi Peran Multipihak Membangun Sinergisitas dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Aceh”. Diskusi ini menghadirkan 5 narasumber: Kepala Bappeda Aceh, Azhari; Ketua KADIN Aceh, Makmur Budiman, Kepala Bank Indonesia wilayah Aceh, Zainal Arifin Lubis; Direktur Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman; dan Guru Besar Fakultas Pertanian Unsyiah, Prof. Humam Hamid.[RIL]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.