Monday, May 20, 2024
spot_img

Muhammad Taher 100 Tahun, Calon Haji Tertua Aceh Telah Tiba di Tanah Suci

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Muhammad Taher Abdussalam, sosok jemaah calon haji tertua asal Aceh pada musim haji 2023 telah tiba di Tanah Suci. Calon haji (Calhaj) berusia 100 tahun asal Gayo Lues itu mendarat di Madinah pada Senin (29/5/2023).

Muhammad Taher tergabung dalam kelompok terbang (kloter) enam embarkasi Aceh (BTJ-06) bersama jemaah calon haji lainnya dari Gayo Lues, Bireuen dan Lhokseumawe. Ia diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, pada Senin (29/5) pagi.

Pria kelahiran Tampeng, Gayo Lues, itu berangkat sendiri tanpa didampingi keluarganya.

Muhammad Taher sangat yakin dengan kondisi kesehatannya untuk menjalankan ibadah haji tahun ini walau tanpa pendamping. “Insya Allah saya sanggup untuk menjalankan ibadah haji tahun ini,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), pria yang dikaruniai enam orang anak ini mendaftar haji pada 14 Oktober 2014 lalu.

Muhammad Taher sudah dua kali gagal berangkat ke Tanah Suci. Pertama saat pandemi Covid-19 melanda dunia dan tahun lalu saat Pemerintah Arab Saudi masih membatasi umur jemaah calon haji maksimal 65 tahun.

Musim haji kali ini menjadi tahun yang luar biasa menyenangkan bagi Muhammad Taher. Pria berusia 100 tahun ini akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci melaksanakan ibadah haji untuk pertama kalinya.

“Alhamdulillah, saya bahagia sekali bisa melaksanakan ibadah haji kali ini, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Muhammad Taher.

Bahkan untuk tercapainya keinginan menjalankan ibadah haji, Muhammad Taher rela menjual tanahnya untuk melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).

Bagi Muhammad Taher, ini bukan kali pertamanya ke Arab Saudi. Dia mengaku sudah dua kali melaksanakan ibadah umrah. “Alhamdulillah saya juga sudah pernah umrah dua kali, hadiah dari anak-anak saya,” ujarnya.

Tidak ada rasa ragu sedikit pun bagi Muhammad Taher berangkat ke Tanah Suci. Pengalamannya umrah dan pernah merantau di Yogyakarta, Bandung dan Jakarta bisa menjadi pengalaman dalam hidupnya.

“Untuk apa takut pergi sendiri, saya sudah pernah umrah dan merantau di Pulau Jawa seperti Jogja, Bandung dan Jakarta. Bahkan sebelum Indonesia merdeka saya sudah di sana,” cerita Muhammad Taher bangga.

Profesi Muhammad Taher hanyalah petani kopi seperti kebanyakan masyarakat lainnya di Gayo Lues, Aceh. Di juga pernah membudidayakan coklat dan kemiri.

Dia juga mengaku tidak pernah mencicipi pendidikan selama hidupnya. Satu-satunya program yang pernah dia ikuti adalah Pemberantasan Buta Huruf (PBH) yang dicanangkan Presiden Soekarno saat itu.

Saat ini, keinginan Muhammad Taher hanyalah bisa menjalankan ibadah haji. Seluruh hartanya sudah diwariskan untuk anak-anaknya.

“Semua harta saya sudah saya bagikan kepada anak-anak saya. Saya sudah tua, saat ini saya hanya mau fokus untuk beribadah,” tutup Muhammad Taher.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, yang sempat menjumpai Muhammad Taher berpesan agar saat di Tanah Suci tetap menjaga kesehatan.

“Bapak jaga kesehatan ya, sering-sering minum air putih dan fokus pada ibadah-ibadah yang wajib saja dulu. Jangan terlalu lelah karena harus fokus saat puncak haji nanti,” ujar Azhari.

Sudah 2.345 Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah

Ketua PPIH Embarkasi Aceh Azhari menyampaikan, 390 jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam kloter BTJ-06 telah tiba di Arab Saudi. Pesawat Boeing 777-300ER milik maskapai Garuda Indonesia yang membawa jemaah kloter 06-BTJ mendarat di Bandara Prince Muhammad bin Abdulaziz (MED) Madinah, Senin (29/5) pukul 07.11 waktu setempat.

“Alhamdulillah, jemaah kloter enam sudah mendarat di bandara Madinah tadi jam 07.11 Waktu Arab Saudi. Setelah selesai proses imigrasi Arab Saudi, mereka langsung diberangkatkan ke penginapan di dekat Masjid Nabawi,” kata Azhari.

Kloter BTJ-06 terdiri dari 145 jemaah laki-laki dan 245 jemaah perempuan. Masing-masing dari Kabupaten Bireuen sebanyak 321 jemaah, Gayo Lues 51 jemaah dan Kota Lhokseumawe 9 jemaah, serta 1 jemaah dari Bener Meriah. Mereka didampingi lima petugas kloter dan tiga Pemandu Haji Daerah.

“Satu jemaah dari Bener Meriah merupakan jemaah mutasi yang ditunda berangkat bersama kloter BTJ-05, Hasan Abdul Muthalib, karena permasalahan visa,” jelas Azhari.

Sementara itu, tambah Azhari, ada dua jemaah yang ditunda keberangkatannya bersama kloter BTJ-06 karena sakit dan dinyatakan belum layak terbang oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Keduanya berasal dari Bireuen.

Menurut Azhari, kedua jemaah itu akan diberangkatkan bersama kloter selanjutnya ketika sudah dinyatakan layak terbang oleh KKP.

“Ada dua jemaah dari Bireuen ditunda berangkat dengan kloter enam karena sakit. Kalau sudah dinyatakan layak terbang oleh KKP akan diberangkatkan bersama jemaah kloter lain,” ujarnya.

Azhari juga menyampaikan bahwa dengan tibanya jemaah haji kloter BTJ-06 tersebut, hingga Senin (29/5/2023) sudah 2.345 jemaah haji Aceh yang tiba di Madinah, Arab Saudi.

“Jadi, sudah ada 2.345 jemaah haji kita yang tiba di Madinah, masing-masing 393 jemaah kloter 1, 393 jemaah kloter 2, 390 jemaah kloter 3, 387 jemaah kloter 4, 392 jemaah kloter 5 dan 390 jemaah kloter 6,” ujar Azhari.

Selama di Madinah, jemaah akan melaksanakan ibadah Arbain yaitu melaksanakan salat fardu sebanyak 40 kali di Masjid Nabawi secara berjamaah berturut-turut tanpa terputus.

Selain melaksanakan Arbain, jemaah haji juga melakukan beberapa kegiatan lain seperti melakukan ziarah ke makam Rasulullah SAW dan tempat-tempat bersejarah yang ada di Kota Madinah. []

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU