Tuesday, March 31, 2020

Mendagri Serahkan Surat Tugas Plt Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah

Must Read

Pj Gubernur Aceh Belum Jelas

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kendati masa jabatan Gubernur Irwandi Yusuf akan berakhir Rabu lusa (8/2), tetapi hingga hari...

FOTO | Jalur Sepeda

Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menyiapkan jalur khusus bagi pesepeda di Jalan Teungku Chik di Tiro (Simpang Surabaya -...

ACEHKITA.tv | Demo Buruh

Seratusan buruh dan guru bantu di Banda Aceh melancarkan aksi memperingati Hari Buruh se-Dunia atau mayday, 1 Mei. Mereka...

Tuntutan Korban Konflik Tak Wajar: Ketua BRA

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Tuntutan korban konflik asal Aceh Tengah untuk mendapatkan rumah dinilai tak wajar, karena pihak...

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerahkan surat penugasan pelaksana tugas Gubernur Aceh kepada Wakil Gubernur Nova Iriansyah dan pelaksana tugas Bupati Bener Meriah kepada Wakil Bupati Syarkawi di Kantor Kemendagri Jakarta, pada Senin, 9 Juli.

Keduanya menjadi pelaksana tugas karena Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dalam dugaan kasus korupsi dan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Daerah Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018.

Dalam kesempatan itu Tjahjo mengingatkan pengelolaan dana Otonomi Khusus di Aceh harus dapat dilihat secara jernih bahwa dana tersebut dimaksudkan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Kita jangan menyandera atau menyudutkan seolah-olah kebijakan dana otsus itu salah, mudah diselewengkan. Permasalahan di Aceh itu lebih kepada faktor pengendalian internal dalam perencanaan anggaran yang ada di Aceh,” kata Tjahjo dalam sambutannya, seperti dikutip Antara.

Tjahjo mengingkatkan bahwa kesadaran area rawan korupsi sehingga tidak terulang lagi kejadian memprihatinkan seperti dialami Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Dia mempersilakan jika Pemerintah Aceh ingin memberikan bantuan hukum kepada Irwandi dan Ahmadi.

“Saya prihatin tapi kapan pun kita tegakkan asas praduga tak bersalah. Kalau pemda ingin memberikan bantuan hukum, bisa saja. Kalaupun ada pembelaan, diatur dalam proses pengadilan. Asas praduga tak bersalah juga harus kita kedepankan,” kata Tjahjo dilansir Detikcom.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This