Thursday, February 27, 2020

Menag: Kepemimpinan Nabi Berlandas Cinta dan Persaudaraan

Must Read

Pemkab Pidie Diminta Perhatikan Cek Gu

SIGLI | ACEHKITA.COM -- Mengawali pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) 2009, Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten...

Pleno Aceh Tenggara Dihujani Interupsi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Rapat pleno rekapitulasi suara untuk Kabupaten Aceh Tenggara yang dilakukan Komisi Independen Pemilihan Aceh,...

Evakuasi Warga Korea

Tim SAR mengevakuasi Mr. Whang warga Korea Selatan di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (23/6). Whang terpaksa di...

Kepala Dinas Diminta tak Rangkap Jabatan

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM -- Bupati Aceh Besar diminta membersihkan praktik nepotisme dalam perekrutan sejumlah kepala dinas di dalam...

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Umat Islam sedunia hari ini, Selasa (12/11/2018), memperingati kelahiran atau maulid Nabi Muhammad SAW. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi ikhtiar umat untuk mengekspresikan rasa syukur, gembira dan cinta, karena jasa besar Sang Nabi tercinta, untuk manusia dan kemanusiaan.

Menurut Menag, rasa cinta akan memberikan energi positif untuk mengikuti jejak langkah orang yang dicintai. Cinta itu pula yang akan meleburkan dalam kebersamaan.

“Salah satu rahasia kesuksesan dakwah Nabi adalah kepemimpinan yang berlandaskan cinta kepada sesama; penuh kasih sayang dan lemah lembut, dalam bingkai semangat persaudaraan,” ujar Menag di Jakarta, Selasa (20/11).

Sifat lembut, kata Menag, bukan penanda lemah. Justru di situ tersimpan kekuatan. Sifat lemah lembut melahirkan simpati, sehingga orang akan mendekat dan merapat kepadanya.

“Sifat kasih sayang dan lemah lembut Nabi menjadi magnet bagi banyak orang. Bahkan mengubah lawan menjadi kawan,” ujarnya.

Menag menambahkan, indikator kuatnya keimanan seseorang, salah satunya terlihat dari rasa kepedulian sosial. Keimanan sejati, kata Menag, harus dibuktikan dengan cinta kepada sesama dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Beragama tanpa rasa dan nilai kemanusiaan akan membuatnya hampa,” paparnya.

Melalui spirit Maulid Nabi, Menag mengajak umat untuk membangkitkan kembali rasa kemanusiaan. Untuk itu, hati dan jiwa perlu dibangkitkan dari keterpurukan dan kegelapan akibat ‘keakuan’, keangkuhan, serta cinta dunia, baik dalam rupa popularitas, kedudukan, gila hormat, sifat rakus dan lainnya.

“Mari kita beragama dengan cinta dan kasih kepada sesama. Beragama tanpa cinta akan hampa tak bermakna. Sebaliknya, bercinta tanpa agama tak akan kekal bahagia,” pesan Menag.[rilis]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This