Wednesday, October 27, 2021
spot_img

MaTA: Kunker DPR Aceh Pemborosan Anggaran

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Anggota DPR Aceh menghabiskan dana publik senilai Rp4 miliar untuk perjalanan ke lima negara di empat benua sepanjang Juli hingga Agustus ini. Masyarakat Transparansi Anggaran (MaTA) Aceh menilai kunjungan kerja itu menyebabkan pemborosan anggaran publik.

Koordinator MaTA Alfian menilai perjalanan dinas lima komisi ke Amerika Serikat, Swiss, Maroko, Spanyol, dan Australia sebagai bentuk menghambur-hamburkan uang rakyat.

“Karena tidak dapat memberikan manfaat buat Aceh,” kata Alfian kepada acehkita.com, Selasa (26/7/2016).

Seharusnya, kata Alfian, Parlemen membatalkan perjalanan ke luar negeri dan mengalihkan dana tersebut untuk pembangunan fasilitas publik, seperti gedung sekolah dan rumah untuk masyarakat miskin.

“Bisa dihitung berapa banyak gedung sekolah dan rumah duafa yang bisa siap dengan dana Rp4 miliar itu,” ujar Alfian.

Tahun lalu, DPR Aceh juga mengagendakan kunjungan ke luar negeri, seperti ke Turki dan Jerman. Alfian menyebutkan, kunjungan ini menambah daftar panjang ketidakpercayaan publik terhadap wakil mereka di Daud Beureu-eh.

“Seharusnya mereka memiliki rasa malu di tengah kehidupan rakyat Aceh yang hidup dalam jurang kemiskinan,” sebutnya.

Aceh merupakan provinsi termiskin di Sumatera setelah Bengkulu. Kondisi ini merupakan sebuah ironi karena Aceh memiliki potensi kekayaan alam yang berlimpah. Anggaran Pendapatan Belanja Aceh pada tahun 2016 mencapai Rp12,5 triliun.

Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan menolak disebutkan perjalanan ke luar negeri tidak memberikan manfaat bagi Aceh. Politikus Partai NasDem itu menilai kunjungan Komisi II ke Australia dan Komisi IV ke Maroko akan sangat bermanfaat bagi Aceh dan dunia.

img_20160726_102150.jpgMenurut Irwan, Komisi II DPR Aceh akan melihat teknologi penggemukan sapi di Australia. “Saya kira ada manfaatnya, seperti ke Australia, terutama di bidang penggemukan sapi,” ujarnya menjawab acehkita.com, Senin.

Sedangkan Komisi IV yang membidangi masalah pembangunan dan tataruang akan berangkat ke Maroko. Ini merupakan kunjungan balasan setelah DPR Maroko berkunjung ke DPR Aceh beberapa waktu lalu.

Irwan Djohan menyebutkan bahwa Maroko akan belajar mengenai proses penyelesaian konflik antara Aceh dengan Jakarta. “Selatan Maroko ada pergolakan, mereka mau mencari solusi seperti di Aceh,” ujar Irwan. “Manfaat juga bukan hanya bagi Aceh saja (yang kita lihat), tapi bagaimana Aceh sebagai warga dunia kita membawa manfaat bagi Maroko.”

Kunjungan kerja ke luar negeri ini menimbulkan kontroversi, termasuk di kalangan mahasiswa. Sikap mahasiswa Aceh terbelah dalam memandang kasus ini. Kelompok diskusi Program Studi Ilmu Politik Univeritas Syiah Kuala menilai kunjungan DPR Aceh sebagai bentuk promosi provinsi bekas konflik dan tsunami ini.

“Kunjungan DPRA ke luar negeri memiliki tujuan untuk mempromosikan Aceh dan juga menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat,” kata Ketua Forum Diskusi Political Club Ilmu Politik, Munawwar, dalam siaran pers ke media ini.

Pejabat mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry juga menilai DPR Aceh memiliki hak jalan-jalan ke luar negeri.

Sedangkan Badan Eksekutif Mahasiswa Unsyiah menolak keras kunjungan ini. Mereka menilai kunjungan ke luar negeri tidak bermanfaat. “Batalkan kunjungan kerja ke luar negeri,” seru Presiden BEM Unsyiah Hasrizal dalam aksi di gedung Parlemen kemarin.

BEM Unsyiah juga mendesak Ketua DPR Aceh Muharuddin dan Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan untuk menandatangani perjanjian tidak akan ke luar negeri. Baik Muharuddin dan Irwan berjanji tidak akan ke luar negeri dengan uang rakyat. []

Fakhrurradzie Gadehttp://www.efmg.blogspot.com
Reporter acehkita.com. Menekuni isu politik, teknologi, dan sosial. Bisa dihubungi melalui akun @efmg

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
20,865FollowersFollow
22,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU