Masyarakat Aceh Diajak Lawan Intimidasi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Soedarmo mengajak masyarakat untuk melawan tindak intimidasi dan tekanan yang berpotensi terjadi pada pemilihan kepala daerah serentak 2017.

“Masyarakat tidak usah takut, harus berani menentukan sikap dengan tidak takut dalam menghadapi intimidasi,” ujar Soedarmo saat temu wartawan di Meuligoe Aceh, Selasa (8/11/2016) pagi.

Saat ini Pilkada Aceh memasuki masa kampanye hingga 11 Februari 2017. Pada 15 Februari 2017, sebanyak 3,47 juta penduduk Aceh akan mendatangi lebih 9.500 tempat pemungutan suara untuk memilih gubernur dan wakil gubernur. Pilkada walikota/bupati juga digelar serentak di 20 kabupaten/kota di Aceh.

Pesan ajakan untuk melawan segala bentuk tekanan dan intimidasi disampaikan bukan tanpa sebab. Pada 2012 lalu, suhu politik Aceh memanas karena pemilihan kepala daerah. Setidaknya, 14 orang tewas dalam kasus kekerasan yang diduga terkait pilkada. Sejumlah kasus intimidasi untuk memilih pasangan tertentu juga dilaporkan dialami masyarakat pemilih.

“Pada pilkada tahun 2012, saya pikir masih terjadi banyak persoanal, terutama intimidasi dan provokasi terhadap pemilih,” ujar Soedarmo.

Soedarmo, direktur jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, ditunjuk sebagai pelaksana tugas gubernur Aceh sejak 28 Oktober lalu. Penunjukan ini karena Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf harus cuti karena sedang berkampanye memperebutkan kursi Aceh-1. Salah satu tugas PltĀ Gubernur adalah memastikan terlaksananya pelaksanaan pilkada damai.

“Saya akan memprioritaskan menghilangkan intimidasi (dalam pilkada),” ujar Soedarmo yang pernah menjabat sebagai pejabat di Badan Intelijen Negara, “agar masyarakat punya kebebasan, punyak hak untuk memilih pasangan terbaik dari enam calon yang ada.”

Soedarmo sudah mengajak enam pasang calon gubernur dan wakil gubernur untuk tidak melakukan intimidasi dan tekanan terhadap calon pemilih.

“Pemilih harus berani melaporkan kalau ada intimidasi dari tim pendukung,” lanjut Soedarmo.

Pilkada, sebut Soedarmo yang berpangkat Mayor Jenderal, itu adalah pesta demokrasi, tempat masyarakat bersuka-cita dan bergembira. “Sehingga bisa memilih pemimpin yang betul-betul terpilih, bukan karena terpaksa,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.