Kisah Sarjana Muda Pertanian, Terapkan Ilmu Kuliah di Kebun Kopi

0
333
Munzir di kebun kopi miliknya. Dok. Pribadi

BANDA ACEH | ACEHKINI.COM – Berasal dari keluarga petani kopi di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, Munzir tak butuh waktu lama untuk memilih kampus meneruskan pendidikan, setamat SMA tahun 2013 silam. Kuliah di D3 Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), mejadi jalan hidup sejak saat itu.

Munzir mengaku tak pernah kesulitan menempuh pendidikan, semua ilmu dilahapnya dengan mudah. Cita-citanya untuk menerapkan ilmu pertanian di kebun kopi milik keluarganya, membuatnya selalu semangat kuliah. “Saat kuliah, sama sekali tidak kesulitan dalam mata pelajaran,” kata Munzir, pekan lalu di sela-sela kesibukannya di kebun kopi.

Semasa kuliah, Munzir aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan di kampus, salah satu yang digemarinya adalah olahraga futsal. Himpunan mahasiswa punya tim, dan dia menjadi salah satu pemain andalan yang turun dalam berbagai kompetisi futsal antar himpunan, dan jurusan di kampus Unsyiah, dan kampus lainnya di Aceh.

Pemuda kelahiran 25 Agustus 1994 itu, tak langsung terjun ke kebun saat tamat pendidikan sarjana muda pada 10 Agustus 2016. Dia sempat setahun bekerja di salah satu café di Banda Aceh. Café itu menjual produk utama, kopi gayo, yang dikenal sebagai produk pertanian unggulan dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues.

Setahun wara wiri di Banda Aceh, Munzir pulang kampung untuk mengaplikasi ilmunya di kebun kopi keluarga. “Ada sekitar 2 hektar, itu yang saya kembangkan bersama orangtua,” katanya.

Salah satu ilmu yang diterapkan di kebun adalah pemupukan secara teratur. Alhasil, kebunnya mampu meningkatkan produksi dari biasanya. “Itu salah satu ilmu kuliah yang saya terapkan di kebun,” jelasnya.

Mahasiswa D3 Manajemen Agribisnis saat praktik lapangan

Perlahan, Munzir mulai menapaki sukses sebagai pemilik sekaligus pengelola kebun kopi. Dia tak susah menjualnya, karena kebun mereka ditampung di tempat pengelohan kopi milik saudaranya.

Mimpi Munzir belum berakhir. Saat ini, alumni D3 Manajemen Agribisnis sedang berusaha untuk mempunyai pengolahan biji kopi menjadi bubuk, untuk kemudian dipasarkan di kedai-kedai di Banda Aceh maupun daerah lainnya. “Ingin punya merek sendiri, apalagi jaringan warung milik kawan-kawan sudah ada,” jelasnya.

Membangun jaringan bisnis usaha hasil pertanian juga bukan hal baru baginya, karena ilmu itu juga didapat saat kulian di Fakultas Pertanian Unsyiah.

Kuliah di sana tak melulu belajar bertani. Ketua Program D3 Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian Unsyiah, Akhmad Baihaqi, mengatakan para lulusan juga dibekali dengan mata kuliah yang mendukung mereka untuk siap menjadi agripreneur dan siap kerja. Mata kuliah selain kompetensi utama di bidang agribisnis, juga kompetensi umum seperti Komunikasi Bisnis, Manajemen Manajerial, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Sistem Informasi Manajemen.

Menurut Baihaqi, saat ini program D3 Manajemen Agribisnis sedang membuka jalur penerimaan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2020/2021. “Penerimaannya akan dimulai tanggal 13 Juli s/d 6 September 2020, tahun ini penerimaan dilakukan secara online, calon mahasiswa dapat mengirimkan rapor SMA mereka dan informasi lengkap dapat dilihat melalui laman http://d3fp.unsyiah.ac.id/,” katanya.

Sebanyak 120 mahasiswa direncanakan siap ditampung tahun ini. Mereka nantinya akan memulai kuliah September 2020, dididik menjadi pekerja tangguh dalam tempo 3 tahun atau 6 semester. Kuliah di sana mempunyai berbagai keunggulan, karena kampus telah melakukan kerja sama dengan dunia usaha dan industri dan magang bagi mahasiswa. “Jadi mahasiswa benar-benar disiapkan dengan lebih banyak praktik di lapangan sambil belajar di ruangan,” kata Baihaqi

Ketua Program D3 Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian Unsyiah, Akhmad Baihaqi

Ke depan, kata Baihaqi, kurikulum D-3 atau vokasi akan mengusung ‘merdeka belajar’ dan ‘kampus merdeka’ yang saat ini digaungkan pemerintah. Kurikulum baru dirancang mempersiapkan SDM yang memiliki skill juga kompetensi agribisnis, agar mampu menghadapi perubahan budaya kerja, siap kerja, siap mandiri, siap berkompetisi secara nasional dan regional dalam kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta tantangan dunia.

Tahun 2020 ini Program Vokasi Manajemen Agribisnis akan mendapatkan fasilitas teaching industry untuk kegiatan hilir kopi dan fasilitas studio multimedia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai hibah pemenang kompetisi nasional dalam Program Penguatan Perguruan Tinggi Vokasi, satu-satunya dari Unsyiah pada tahun 2020. Diharapkan nantinya para mahasiswa dapat langsung merasakan proses kegiatan pengolahan kopi bersama dengan dunia usaha.

Di sisi lain para mahasiswa juga diwajibkan menguasai teknologi informasi dan digital, sebagai tuntutan era globalisasi yang berkembang pesat. “Ini salah satu fokus dalam memperkuat SDM Manajemen Agribisnis, tujuannya dapat menghasilkan lulusan yang profesional, dan semakin kompeten di era revolusi industri 4.0,” kata Baihaqi.

Tambahnya, saat ini D3 Manajemen Agribisnis juga telah melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk menyiapkan mahasiswa dalam kesiapan kerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri baik di Aceh maupun luar Aceh. Beberapa di antaranya adalah: Taman Buah Mekar Sari, PT Perkebunan Nusantara I, PT Semadam, Kebun Percobaan Kopi Gayo, Oro Caffee Gayo, dan Deputroe Coffee yang merupakan industri produk khas Aceh yang telah mengglobal. [Inforial]

Pingin Cepat Kerja? Kuliah Saja di D3 Manajemen Agribisnis Unsyiah

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.