Thursday, April 9, 2020

Kapal Imigran Tamil jadi Lokasi Ngabuburit

Must Read

Carter Utus Tiga Tim Pantau Pemilu

Carter Center akan menurunkan tiga tim untuk melakukan pemantauan terbatas terhadap jalannya pemilihan umum pada 9 April nanti.

Iringi Jenazah Tiro, Warga Berselawat

Jenazah Hasa Tiro telah dikeluarkan dari ruang iccu rsuza. Ratusan warga mengiringi jenazah yang akan disemayamkan di rumah ketua...

MK Tolak Laporan Pemilu dari Caleg

BANDA ACEH,acehkita.com. Mahkamah Konstitusi (MK), tidak akan menindaklanjuti laporan kasus perselisihan penghitungan suara Pemilu jika yang mengajukannya para calon...

Sejumlah Kecamatan di Pidie Banjir

Enam kecamatan di Pidie dilanda banjir dengan ketinggian air hingga setinggi pinggang orang dewasa. Banjir diakibatkan akibat hujan deras...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Kapal berbendera India yang berisikan 44 imigran Tamil, Srilanka, masih kandas di bibir pantai Pulau Kapuk, Lhoknga, Aceh Besar. Keberadaan kapal itu menjadi tontonan warga.

Kapal Tamil teronggok di pasir di bibir pantai. Otoritas Aceh melarang imigran untuk keluar dari kapal, padahal mereka hanya tinggal loncat untuk bisa menjejakkan kaki di daratan Aceh.

Para imigran Tamil sejatinya akan mengarungi laut menuju pulau harapan Chrismast Island di Australia sana. Sayangnya, setelah belasan hari di laut, kapal mereka mengalami kerusakan mesin sehingga terdampar di 300 meter perairan Lhoknga pada Sabtu pagi pekan lalu.

Imigrasi Banda Aceh serta pemerintah memberikan pertolongan berupa pemeriksaan kesehatan, suplai makanan, minuman, dan satu ton bahan bakar serta perbaikan mesin. Lalu pada Ahad sore, kapal itu meninggalkan Lhoknga. Hanya sebentar, mereka kembali lagi ke Lhoknga dan menuntut tambahan tujuh ton bahan bakar serta oli mesin.

Selasa sore, jangkar kapal putus sehingga diseret gelombang ke daratan. Namun, otoritas Aceh tetap bersikeras para imigran Tamil tidak diperkenankan menginjak daratan. Jadilah, mereka bertahan di kapal hijau yang terbuat dari besi itu.

Hingga berita ini diturunkan pada pukul 12.00 WIB, Rabu, kapal itu masih berada di pinggir pantai, kandas di pasir Pulau Kapuk.

Keberadaan kapal yang sudah di darat itu mengundang perhatian warga sekitar. Pantauan acehkita.com kemarin sore, kapal itu mendadak menjadi tontonan warga. Warga berbondong-bondong ke sana untuk melihat dari dekat kapal dan imigran. Ia bak lokasi ngabuburit baru menjelang waktu berbuka puasa.

Bahkan, tak jarang posisi kapal menjadi latar foto mandiri (selfie) warga. “Saya ke sini untuk melihat mereka dari dekat,” ujar seorang warga. []

FOTO: Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This