Wednesday, February 26, 2020

Kaleidoskop 2019, Aceh Rugi Rp 168 Miliar karena Bencana

Must Read

Mengaku Tak Mampu, KIP ke Mahkamah Konstitusi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menegaskan bahwa tak mampu menjalankan putusan sela Mahkamah Konstitusi...

DPRA Didesak Segera Bentuk Pangawas Pilkada

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Badan Pengawas Pemilu mendesak DPR Aceh dan DPR kabupaten/kota untuk segera membentuk Panitia Pengawas...

Tiga PNS Aceh Terima Satya Lencana

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tiga pegawai negeri sipil (PNS) di Aceh menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari...

DPO Bom Jati Asih Berada di Aceh: Kapolri

LEUPUNG | ACEHKITA.COM – Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan, Tono, tersangka pemilik bom di Jati Asih yang diduga...

Bencana di Aceh mengalami peningkatan dua kali lipat pada tahun 2019 dibandingkan tahun 2018. Akibatnya, Aceh mengalami kerugian sekitar Rp 168 miliar. Hal itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBA), Sunawardi, dalam laporan kebencanaan 2019.

Pusat data dan informasi (Pusdatin) BPBA mencatat, bencana di tahun 2019 terjadi sebanyak 797 kali. Peristiwa paling banyak adalah kebakaran pemukiman sebanyak 285 kali, juga Kebakaran Hutan dan Lahan sebanyak 220 kejadian.

Bencana lainnya yang juga berdampak besar pada masyarakat yakni kejadian bencana puting beliung sebanyak 95 kali, banjir genangan 70 kali, Longsor 26 kali, Banjir Luapan 24 kali dan gempa bumi berkekuatan sekitaran 5,0-5,3 SR sebanyak 14 kali.

Wilayah yang paling banyak mengalami kejadian Bencana di Tahun 2019 adalah Kabupaten Aceh Besar (138 kejadian), disusul Gayo Lues (50 kejadian), Aceh Selatan (49 kejadian), Aceh Barat (48 kejadian), Aceh Jaya (48 kejadian), Aceh Utara (44 kejadian) Bireuen (43 kejadian) dan Aceh Tengah (40 kejadian).

Kebakaran pemukiman paling banyak terjadi di Aceh Besar sebanyak 44 kali kejadian, Aceh Utara 24 kali dan Aceh Tengah 18 kali kejadian. Kebakaran Hutan dan Lahan juga masih banyak terjadi di Aceh Besar, Gayo Lues dan Nagan raya. Sedangkan Banjir genangan paling banyak terjadi Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Singkil dan Simeuleu.

Sedangkan Banjir bandang menerjang Kabupaten Aceh Tenggara sebanyak 2 kali kejadian, yang paling banyak berdampak korban terjadi pada tanggal 28 Maret 2019 lalu, yakni sejumlah 406 rumah milik 509 KK rusak akibat terendam banjir.

Longsor di Aceh terjadi sebanyak 46 kali di berbagai kebupaten, paling banyak terjadi di Gayo Lues dan Aceh Barat. Sedangkan Puting beliung terjadi 95 kali, paling banyak di Kota Bireuen dan Aceh Utara dan terakhir abrasi paling banyak terjadi di Aceh Barat Daya.

Dampak yang ditimbulkan akibat bencana di Aceh Tahun 2019 antara lain banyaknya masyarakat yang terdampak bencana sebanyak 23.855 KK/88.113 Jiwa, pengungsi sebanyak 1.206 Jiwa, yang meninggal dunia akibat bencana sebanyak 6 orang, dan luka-luka sebanyak 11 orang.

Catatan Bencana Aceh 2019. Dok. BPBA

Sunawardi mengakui penanganan banjir banyak menemui kendala, karena luasnya wilayah banjir yang harus dikendalikan dan membutuhkan biaya yang besar. “Belum lagi ini diperparah tata kelola lingkungan yang buruk, pembalakan liar dan pembakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Penanganan jangka pendek yang dilakukan adalah mempersiapkan desa tangguh dengan memasukan anggaran desa untuk kebutuhan kesiap-siagaan, dan penanganan darurat menjadi prioritas BPBA saat ini.

Dalam hal kebakaran lahan dan hutan, cara yang paling baik adalah pencegahan dan penegakan hukum. Beberapa kasus hukum yang sudah terjadi, menjatuhkan denda menjadi cara paling jitu dalam memberikan efek jera kepada masyarakat.

Sebagai upaya siaga bencana, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah telah menginisiasi agar sumber penyebab banjir perlu diidentifikasi untuk dilakukan studi kelayakan dan menyusun langkah-langkah untuk pelaksanaan pencegahan secara bertahap.

“Walaupun butuh waktu lama, tapi terus berusaha melakukan penyelesaian sehingga semua pihak fokus pada satu tujuan tersebut,” katanya. []

Foto: Dok. BPBA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This