Wednesday, February 26, 2020

Irwandi Ungkap Kejanggalan Penangkapannya

Must Read

Kekerasan Meningkat Akibat Intelijen Lemah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Meningkatnya aksi kekerasan menjelang pelaksanaan pemilihan umum di Aceh ditengarai akibat lemahnya fungsi intelijen....

Remaja Aceh Pamer Seni Quilt

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM --Berbagai karya seni quilt kualitas ekspor hasil karya sejumlah remaja putri Aceh dipamerkan menyambut bulan...

Dikira Mayat, Rupanya Usus Sapi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sejumlah masyarakat yang bermukim di kawasan Jalan Teuku Nyak Arief Desa Jeulingke, Kecamatan Syiah...

Plt Sekda: Aceh Terbuka untuk Investasi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh T Helvizar Ibrahim, menegaskan bahwa Aceh sangat terbuka untuk investasi....
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Setelah ditunda selama seminggu, sidang praperadilan yang didaftar Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa, (16/10/2018).

Agenda sidang adalah pembacaan surat permohonan Irwandi, yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Santrawan Paparang. Sedangkan KPK diwakili tim Biro Hukum, Laila Kholis dalam sidang perdana itu.

Melalui surat yang dibacakan, Paparang memaparkan sejumlah kejanggalan dalam penetapan status tahanan terhadap kliennya oleh KPK.

“Jadi prosesnya praperadilan tadi kan teman-teman sudah dengar jadi proses seolah ada OTT 3 Juli 2018, jam 8 malam tapi kenyataannya tidak ada OTT. Orang-orang yang dituduh Muhyasir, Fadli, Samsul Bahri, Hendri Yusal, tidak pernah ada di tempatnya Pak Irwandi pada waktu itu,” katanya.

Paparang mengklaim, KPK telah bertindak di luar kewenangan sebagai penegak hukum karena juru bicara KPK menyebut ada Operasi Tangkap Tangan (OTT), padahal Irwandi Yusuf hanya dibawa paksa dan ditetampkan menjadi tersangka penerima suap.

“Kalau bicara hukum seseorang disangka dituduh, wajib dibuktikan dulu sangkaannya tidak cukup dibawa. Tindakan dari setiap penegakan hukum itu ada konsekuensinya, kalau bicara OTT berartikan ada pemberi-penerima dan barang bukti dan ada peristiwa pidana terjadi tapi itu tidak ada. Kalau pun ada yang terjadi pada waktu itu, (masa) surat diterbitkan 4 Juli? Sedangkan penangkapan 3 Juli,” ujar Paparang.

Mendengar pembeberan surat permohonan pemohon, hakim tunggal Riyadi Sunindio Florentinus memberi hak jawab pada termohon, yaitu KPK. Hakim menjadwalkan sidang praperadilan berjalan secara maraton dalam tempo tujuh hari.

“Besok pagi (Rabu) siapin jawab termohon, ajukan saksi tolong disiapkan mau berapa? Enam? Kalo besok mau dihadirkan bisa lebih dari satu, lalu 19 Oktober saksi ahli termohon, tuntas kesimpulan ini 7 hari karena jadi 22 Oktober atau 23 itu kesimpulan, putusan 24 Oktober,” kata Riyadi.[]

LIPUTAN 6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This