Saturday, October 1, 2022
spot_img

Ini Kiat Sukses Taufik Kupi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Membuka warung kopi khusus perempuan? Tentu suatu hal unik dan menarik untuk dicoba. Tapi, tunggu dulu. Hmmm, walaupun anda di Aceh, yang dikenal dengan nanggroe syariat, belum tentu anda bisa menggaet pasar bagi perempuan. Karena di Aceh, orang laki-lakilah yang dominan mengisi warung kopi.

Pertanyaan tersebut tercetus oleh Sri Muryani, Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry, kepada Taufik M. Ali, salah seorang pengusaha yang sukses dalam membangun usaha penjualan kopi.

“Tidak masalah, saya rasa sangat bagus. Tapi yakin saja, orang laki-laki pasti datang. Dan yang pertama kali datang ya saya. Karena saya suka perempuan,” candanya disambut gelak tawa peserta seminar wirausaha, di Fakultas Dakwah, Selasa (22/11).

Taufik tentu saja bercanda. Ia melihat, letak laki-laki dan perempuan sama. “Pemimpin saja ada juga yang perempuan. Kalau dulu mungkin iya.” Dia tak menyangsikan, peran perempuan dan laki-laki sama saja, dan tentu berlaku di bidang wirausaha. “Jadi kalau mau berwirausaha, khusunya di bagian kopi, semua harus terlayani. Karena memang urusan kita untuk melayani,” jawab Taufik.

Dalam seminar bertajuk mengembangkan semangat wirausaha di kalangan mahasiswa mandiri dan berprestasi, Kepada puluhan mahasiswa, Taufik menceritakan kiatnya sukses, hingga usaha yang diberi nama Taufik Kupi mempunyai tujuh cabang di Banda Aceh.

“Kita tidak boleh serakah. Jadi jangan takut rezeki itu diambil orang. Kemudian kita harus memberikan kepercayaan kepada orang, karena tidak mungkin menggenggam semua di tangan kita,” kata pria kelahiran Aceh Besar, 10 Oktober 40 tahun silam ini.

Ia memulai usahanya dari nol pada 2005 lalu. Sebelumnya, ia hanya tukang sapu di sebuah warung kopi terkenal di Banda aceh. Berbekal semangat, ia mencoba mandiri, dan merintis sendiri usaha penjualan jasa warung kopi.

“Perlu berhasil jangan selalu kita bergantung kepada orang lain. Kita harus hijrah. Modal saya tidak ada sedikitpun, yang ada hanya kejujuran dan doa,” kisah Taufik.

Ia menambahkan, doa harus selalu dibarengi dengan usaha. “Kalau usaha tanpa doa sama saja kita menyombongkan diri. Doa tanpa usaha juga bohong namanya.”

Menjawab adanya pertanyaan kopi yang dicampur dengan ganja sebagai penikmat, Taufik menampik hal tersebut. “Untuk bubuk kopi kita racik sendiri. Dan kita nggak menggunakan zat apa-apa. Nggak ada campuran jagung, pinang, dan ganja.”

Dengan persaingan ia pun tak gentar. “Rezeki itu sama Allah. Kalau mau takut tersaingi, ya sama kalian yang muda-muda ini,” kata Taufik. “Yang penting, saya selalu berpesan ke kawan-kawan, kalau bahu saya naik, tolong tegur, dan suruh turunkan.”

Menyangkut penerapan Syariat Islam, dan banyak warung kopi yang buka waktu salat magrib, ia berpesan kepada semua karyawannya untuk tidak melayani para tamu di jam tertentu. “Kalau Jumat sudah tentu kita tutup. Dan Magrib waktunya sangat pendek. Kita berpesan, jangan dilayani. Dan disemua tempat kita, kita sediakan tempat sembahyang. Malah kalau di Pocut Baren, selalu ada jamaah. Kita sediakan balai untuk salat jamaah.”

Diakhir diskusi, ia berpesan, sebesar apapun usaha, doa orang tua harus diperoleh. “Karena kunci sukses ya itu. Disamping kita harus selalu memberi salam, senyum, sopan, santun, dan sapa.”

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry, Maimun Yusuf mendukung sekali mahasiswanya untuk berwirausaha. “Selama ini banyak yang memandang, Dakwah selalu diidentikkan dengan mimbar. Padahal usaha juga salah satu media berdakwah. Kalau kita miskin bagaimana caranya kita berdakwah? Kemudian mahasiswa juga jangan terlalu menggantung harapan pada pekerjaan manjadi pegawai negeri sipil nantinya.”

Selain Maimun, Pembantu Dekan I bagian Akademik, Arifin Zain, menyatakan hal yang sama. Ia melihat peluang mahasiswa untuk berwirausaha di Banda Aceh terbuka lebar. Apalagi Banda Aceh adalah pusat pendidikan, yang banyak berkumpul para mahasiswa. “Peluang itu sangat besar. Setidaknya mereka bisa menargetkan pasar bisnis di kalangan mahasiswa. Dan syukur kalau kalangan umum juga bisa mereka gaet,” kata Arifin. []

Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,618FollowersFollow
23,600SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU