Ilmu Komunikasi USK Aceh Gelar Diskusi Konselor Adiksi Narkoba

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) Kota Banda Aceh menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) bertajuk ‘Komunikasi Konselor Adiksi Narkoba’, pada Jumat (19/3/2021). Kegiatan itu digelar sebagai langkah mendukung pemberantasan narkoba di Aceh.

Diskusi yang dipandu dosen Ilmu Komunikasi USK Rizzanna Rosemary itu menghadirkan pembicara Dr Marhaeni Fajar Kurniawati, M.Si, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al-Banjari, Banjarmasin. Kegiatan ini diikuti sejumlah dosen FISIP Universitas Syiah Kuala.

Marhaeni menuturkan, seorang mantan pecandu narkoba ternyata mampu menjadi seorang konselor adiksi narkoba. Hal tersebut terungkap dalam penelitiannya. “Namun, perlu dipahami bahwa untuk mencapai perubahan luar biasa tersebut tidaklah mudah,” katanya.

Pemaknaan diri dari Teori Baumeister, tambah Marhaeni, memberi jalan bagi penyintas kecanduan narkoba mengubah dirinya menjadi konselor. Menurutnya, pemaknaan tersebut terdiri atas tiga hal, pertama, makna diri profesi mencakup kepercayaan, kompetensi, dan pencapaian.

“Yang dulunya pernah berada di titik terendah kehidupan dan tidak dianggap oleh masyarakat, tetapi kini telah berubah,” sebutnya.

Kedua, punya keinginan menjadi konselor, lingkungan jauh dari narkoba, dan mendapatkan status sosial. Terakhir, pengalamannya menjadi motivasi bagi mantan pecandu narkoba untuk mengubah dirinya menjadi seorang konselor.

“Hal ini dapat terlihat dari keputusan mereka bertaubat dan menebus dosa dengan membantu para pecandu yang masih ketergantungan narkoba,” tutur Marhaeni.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.