Thursday, February 27, 2020

Hari Ibu 2018 Akan Ditutup Indahnya Fenomena Full Cold Moon

Must Read

15 WNI Tewas dalam Tragedi Karam Boat di Malaysia

KUALA LUMPUR -- Sebuah perahu kayu yang mengangkut 70 penumpang karam di perairan Hutan Melintang, Malaysia, kemarin. Sebanyak 15...

Jusuf Kalla Tabur Bunga di Kuburan Massal

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Wakil Presiden M. Jusuf Kalla menyempatkan diri mengunjungi kuburan massal korban tsunami di Desa...

Harimau Sumatera

Dokter memasang infus pada harimau sakit di kantor Badan Konservasi di Banda Aceh, Sabtu (24/10). Kaki kanan harimau itu...

FOTO | Tarik Pukat

Warga membersihkan pukat darat usai dilabuhkan di perairan Lampageu Kecamatan Peukan Bada Aceh, Kamis (6/6). Akibat banyaknya terumbu karang...

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Masih ingat dengan Super Blue Blood Moon? Gerhana Bulan super langka tersebut menjadi salah satu momen paling menarik perhatian tahun ini, bahkan sampai masuk pencarian paling trending Google 2018 pada kategori peristiwa nasional.

Jika Super Blue Blood Moon tersebut sukses membuka awal tahun ini, karena terjadi pada Januari lalu, maka sudah ada yang bersiap sebagai pemandangan langit penutup kalender 2018. Fenomena ini disebut dengan Full Cold Moon.

Salah satu jenis bulan purnama ini akan muncul pada Sabtu, 22 Desember 2018, bertepatan dengan Hari Ibu. Berdasarkan keterangan dari NASA, Full Cold Moon akan muncul 15 menit setelah Matahari terbenam.

Seperti Super Blue Blood Moon, fenomena ini juga terbilang langka. Walau terakhir kali terjadi masih pada 2010 lalu, namun Full Cold Moon baru akan muncul lagi pada 2094, sebagaimana detikINET kutip dari Space, Sabtu (22/12/2018).

Yang membuat Bulan penuh ini spesial adalah lantaran terjadi tepat setelah titik balik Matahari di musim dingin pada Jumat, 21 Desember 2018, di belahan Bumi bagian utara. Ketepatan momen ini yang membuat fenomena tersebut menjadi langka.

Lebih spesial lagi, Full Cold Moon juga akan berbagi langit dengan hujan meteor Ursid. Sayangnya, disebutkan bahwa terangnya Bulan purnama tersebut justru akan membuat fenomena ini sulit untuk dilihat, paling tidak untuk beberapa meteor.

Lantas, di mana Full Cold Moon bisa dilihat? Seluruh daerah di Amerika Serikat disebut bisa mendapatkan pemandangan ini, begitu pun dengan Hawaii. Sedangkan kebanyakan lokasi di Eropa tidak bisa menikmatinya karena fenomena tersebut terjadi saat sudah pagi di sana.

Bagaimana dengan Indonesia? Kemungkinan besar penampakan Bulan purnama tersebut tidak akan seterang di langit AS maupun Hawaii karena negara kita, atau umumnya Bumi belahan selatan, mengalami titik balik Matahari di musim dingin pada pertengahan tahun.[]

DETIK.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This