Gempa Lombok: Kemenkes Siagakan Petugas Kesehatan dan Seluruh Puskesmas

Debu beterbangan di Gunung Rinjani saat gempa terjadi. Foto Humas BNPB

 

LOMBOK | ACEHKITA.COM — Pascagempabumi dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu (29/7/2018) pukul 05.47 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terjunkan petugas kesehatan dan menyiagakan seluruh Puskesmas di lokasi kejadian.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, Widyawati, dalam keterangan tertulis, Minggu (29/7), menyebutkan para korban yang mengalami luka langsung dilakukan tindakan pertama dan dievakuasi ke Puskesmas. “Bila membutuhkan penanganan lanjutan akan dirujuk langsung ke rumah sakit.”

Menurutnya, lokasi terparah akibat gempa tersebut terjadi di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara. Kemenmes telah mengirimkan tim pendampingan penilaian kesehatan cepat (RHA), dan juga segera memberangkatkan 2 orang lagi dari Pusat Krisis Kesehatan untuk melakukan RHA.

“Pihak Pusat Krisis Kesehatan juga terus berkoordinasi untuk bantuan seperti obat-obatan. Selain itu, tim kesehatan yang sudah di lokasi telah membuat beberapa tenda layanan kesehatan untuk membantu pelayanan kesehatan selain Puskesmas,” ujar Widyawati.

Di tenda tersebut, sebutnya, tidak dilakukan tindakan bedah, tapi korban akan dirujuk ke RSUD Lombok Timur dan RSUD Lombok Utara jika harus dibedah.

Salah satu petugas di lapangan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Jaye melaporkan seluruh Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur dan Utara telah disiagakan, terutama di daerah tempat kejadian terparah yakni Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

“Di Kecamatan Bayan telah siaga Puskesmas Bayan dan Puskesmas Senaru,” kata Jaye.

Selain Puskesmas, 10 dokter juga sudah disiagakan dan ada tawaran penambahan dokter dari provinsi. Kondisi saat ini obat dan tenaga kesehatan masih mencukupi.

Begitupun dengan pelayanan di RSUD masih terpantau lancar, karena RSUD yang jauh dari pusat gempa tidak terkena dampak gempa.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.