Wednesday, November 30, 2022
spot_img

FEBI UIN Ar-Raniry Yudisium 172 Lulusan, FUF 78 Sarjana

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh meluluskan sebanyak 172 lulusan pada yudisium semester genap TA 2017/2018, Kamis (16/8) di Auditorium Prof Ali Hasjmy Kampus UIN Ar-Raniry Darsussalam.

Wakil Dekan bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Hafas Furqani menyebutkan peserta yudisium berjumlah 172 orang, terdiri dari 47 laki-laki dan 125 perempuan, 1 orang lulus empat semester, 74 lulus enam semester, 90 lulus delapan semester, lima lulus 10 semester dan dua orang lulus 12 semester.

Hafas mengatakan, dari 172 peserta yudisium 102 orang dinyatakan lulus dengan predikat istimewa atau mencapai 59.30 persen, selanjutnya lulus baik sekali sebanyak 63 orang dan 7 orang dinyatakan lulus dengan predikat baik. Nilai tertinggi diraih oleh Agam Suherman dari prodi S1 Perbankan Syariah dengan IPK 3.92.

“Ini merupakan tahun pertama FEBI meluluskan sarjana S1 ke tengah masyarakat dengan harapan kita dapat menghasilkan alumni yang produktif dalam memberikan sumbangan nyata bagi kehidupan bangsa,” sebut Dekan FEBI UIN Ar-Raniry, Dr. Zaki Fuad.

FUF Yudisium 78 Sarjana
Sementara itu, Fakultas Ushuluddin dan Filsaafat (FUF) menggelar yudisium kepada 78 lulusan di Ruang Teater UIN Ar-Raniry. Mereka terdiri dari 40 laki-laki dan 38 perempuan, 69 orang dari dalam negeri (Indonesia-Aceh), delapan orang dari Malaysia dan satu orang dari Thailand.

Dekan FUF, Fuadi meyebutkan, ada beberapa hal yang yang harus ditempuh untuk menuju kesuksesan, antara lain ilmu pengetahuan, yang merupakan kacamata dalam segala hal, dengan ilmu kita mampu mengubah dunia dan kehidupan manusia. Selanjutnya keterampilan atau skil, di era revolusi industri 4.0 ini ditutut mampu dan memiliki keterampilan dalam bersaing baik dalam berpolitik maupun mendapatkan pekerjaan.

“Bahwa untuk memperoleh kehidupan yang lebik baik, maka harus membuang rasa malas dalam hidup, karena malas tersebut yang membunuh karakter, kreatifitas dan inovasi. Dan yang terakhir harus menjadi pejuang, sifat pejuang pada diri manusia akan lebih konsisten, maka dia akan sukses di masa mendatang,” pungkas Fuadi.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,637FollowersFollow
23,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU