Sunday, February 23, 2020

Enam Pasangan Pelanggar Syariat Dicambuk di Banda Aceh

Must Read

[FOTO] Unjukrasa Pemberantasan Aliran Sesat

Ratusan pelajar dan santri berunjukrasa menuntut pemerintah untuk meminimalisasi aksi pendangkalan akidah yang terjadi di Aceh di depan gedung...

Jelang Persiraja vs PSPS Riau, Kapten Persis Solo Resmi Bergabung

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Penutupan bursa transfer pemain kompetisi Liga 2 Indonesia telah berakhir pada 26 Agustus 2019...

KIP Plenokan Kasus PHPU

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, mengelar pleno terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), tentang Perselisihan...

Panjat Pinang

Warga berusaha memanjat pinang dalam rangka memeriahkan lomba HUT RI ke-64 di kawasan Lambaro Skep, Banda Aceh, Senin (17/8)....

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Polisi Syariat Islam atau Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh, kembali melaksanakan eksekusi hukuman cambuk terhadap 6 pasangan pelanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat di hadapan umum.

“Sebenarnya hari ini 7 pasangan (14 orang) yang dicambuk, namun satu pasangan lagi naik banding. Jadi yang dicambuk hari ini 6 pasangan (12 orang),” ujar Kabid Penindakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP-WH Aceh, Marwan, usai prosesi eksekusi hukuman cambuk di halaman Masjid Syuhada Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (4/3).

Adapun keenam pasangan pelanggar Qanun Aceh yang menjalani hukuman cambuk adalah NL (20 kali), ED (20 kali), RZ (17 kali), RK (17 kali), RA (22 kali), NH (22 kali), EL (22 kali), JF (25 kali), NW (7 kali), SY (7 kali), TM (7 kali), dan YM (7 kali). Masing-masing dipotong masa tahanan selama 3 bulan atau setara 3 kali cambukan.

Sebanyak empat pasangan terbukti bersalah melakukan jarimah ikhtilat (bermesra-mesraan) yang diatur Pasal 25 ayat (1) Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014. Sedangkan dua pasangan lainnya yang dijatuhi hukuman cambuk masing-masing tujuh kali terbukti bersalah melakukan khalwat (mesum) yang diatur dalam Pasal 23 ayat (1) Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

“Semua ditangkap di sebuah hotel, satu tempat sekitar dua bulan lalu. Semuanya Muslim,” sebut Marwan.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Banda Aceh, Faisal, yang mewakili wali kota dalam sambutannya menyatakan, Pemerintah Kota Banda Aceh punya komitmen kuat untuk menegakkan Syariat Islam di Banda Aceh. Seiring banyaknya pelanggar syariat yang ditangkap di hotel-hotel, pihaknya akan membuat pembinaan kepada pemilik hotel.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This