Thursday, April 2, 2020

Sebelum Ditangkap, Irwandi Surati KPK

Must Read

Plt. Gubernur Aceh Dipeusijuek

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Mayjen (Purn) Soedarmo bersilaturrahmi dengan seluruh pejabat Forkopimda Aceh...

KHS Pemerintahan Irwandi

Sekitar sepuluh mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Keadilan mengusung karton bertuliskan KHS (Kartu Hasil Studi) Pemerintahan Irwandi-Nazar dalam...

Sony Hadirkan Marshmallow untuk Xperia Seri Z

LAMA tak terdengar, Sony akhirnya menghadirkan pembaruan sistem operasi teranyar, Marshmallow, untuk sejumlah ponsel Xperia seri Z. Ponsel yang bakal...

350 Polisi Amankan Debat Kandidat Gubernur

BANDA ACEHKITA.COM -- Pihak Kepolisian Resort Kota Banda Aceh menerjunkan 350 personel polisi untuk mengamankan jalannya debat kandidat gubernur...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf, ternyata pernah mengirim surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tiga bulan sebelum ditangkap komisi anti-rasuah itu.

Perihal Irwandi menyurati KPK diungkapkan penasihat khusus Gubernur Aceh bidang politik dan keamanan, Muhammad MTA saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (4/3/2019).

“Pada 3 April 2018, Gubernur (Irwandi) kirim surat kepada KPK untuk asistensi Pemprov Aceh,” ujar MTA, yang merupakan salah seorang saksi meringankan.

Menurutnya, Irwandi ingin KPK hadir dalam persiapan pelantikan kepala dinas yang baru dipilih.

Irwandi juga ingin KPK melihat langsung penandatanganan pakta integritas oleh para pejabat Aceh yang telah melalui seleksi rekam jejak, katanya.

MTA menambahkan, kehadiran KPK diharapkan dapat membuat seluruh satuan kerja perangkat daerah menghindari potensi korupsi selama menjabat.

Apalagi setelah terpilih untuk kedua kalinya dalam Pilkada 2017, Irwandi sering berujar kalau pemerintahannya menganut mazhab hana fee (tidak menerima fee proyek).

Irwandi yang merupakan bekas juru propaganda Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pernah menjabat Gubernur Aceh periode 2007 hingga 2012.

“Agar KPK hadir dalam penyusunan strategi pencegahan korupsi di bidang pengadaan barang dan jasa. Supaya proses tender tidak ada permainan,” ungkap MTA.

Menurutnya, pada 16 April 2018 dilakukan pelantikan tahap pertama, tetapi KPK tidak hadir dan belum memberikan konfirmasi apa pun.

Lalu, pada 4 Mei 2018, saat dilakukan pelantikan 51 pejabat eselon II, KPK juga tidak hadir.

Dua bulan kemudian, tepatnya pada 3 Juli 2018, Irwandi diciduk penyidik KPK dalam rangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan lembaga antirasuah itu.

“Ketika Pak Gubernur ditangkap, saya merasa shock, aneh, karena saya secara khusus tidak pernah bicara proyek. Tapi kami bicara bagaimana mencegah potensi korupsi,” ujar MTA.

Dalam kesaksiannya, MTA juga membeberkan kinerja Irwandi Ysuf pascakonflik antara GAM dan Indonesia.

Menurutnya, Irwandi banyak berkontribusi untuk membangun pemerintahan di Aceh pascakonflik karena saat itu dipengaruhi situasi politik dan keamanan yang belum stabil.

“Karena Aceh adalah daerah pascakonflik, pelaksanaan pemerintah Aceh itu sangat dipengaruhi kondisi politik dan keamanan,” katanya.

MTA menjelaskan, untuk membangun Aceh saat itu tidak sama dengan daerah lain di Indonesia karena provinsi paling ujung barat Indonesia adalah daerah yang cukup sensitif keamanannya.

“Tingkat sensitivitas keamanan di Aceh tidak berdiri sendiri, bagaimana kita mewujudkan pemerintahan yang baik, secara khusus adalah orientasi Pak Irwandi,” katanya.

“Aceh sangat tidak sama dengan daerah lain di Indonesia, karena apa? Karena Aceh sebuah kawasan pascaperang, kita membutuhkan kondisi politik dan keamanan yang baik.”[]

KOMPAS.COM & OKEZONE.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This