Saturday, June 6, 2020

Enal Tao Bukan WNI: Polisi

Must Read

KIP Banda Aceh Yakin tak Ada Pemilih Ganda

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh meyakini tak ada pemilih ganda dalam daftar...

Pilkada Aceh Tenggara 2 Juli

BANDA ACEH | ACHKITA.COM -- Ketua Divisi Data dan Perencanaan Komisi Independen Pemilihan Aceh Yarwin Adi Dharma menyeutkan, Aceh...

Kamal Farza Ingin Pimpin KPK

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pengacara di Aceh, J. Kamal Farza, menyatakan komitmennya ingin memimpin Komisi Pemberatantasan Korupsi (KPK). Kamal...

Pemerintah Tanggung Biaya Pengobatan Daffa

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Wakil Direktur Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh dr Fakhrul Jamal...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Mantan Kapolres Poso Kombes Rudi Sufahriadi menyebutkan bahwa Enal Tao yang melakukan serangkaian aksi pembunuhan di Poso dan Palu, Sulawesi Tengah, dan Aceh bukan berkewarganegaraan Indonesia. “Dia bukan warga negara Indonesia,” kata Rudi kepada wartawan dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (13/4).

Rudi menggelar konferensi pers setelah mengidentifikasi jenazah Enal Tao yang ditembak mati polisi di Krueng Barona Jaya, kemarin. Untuk identifikasi ini, polisi juga menghadirkan Lilik Purnomo alias Haris, sejawat Enal dalam serangkaian aksi teror di Poso dan Palu.

Namun, Enal mengaku tidak mengetahui secara pasti Enal warga negara mana. “Dia hanya berbahasa Melayu,” kata Rudi.

Haris juga mengaku tidak mengetahui asal usul Enal Tao. “Saya tidak mengenal latarbelakang dia,” kata Haris kepada wartawan.

Enal Tao ditembak mati dalam penggerebekan rumah di Krueng Barona Jaya kemarin. Selain menewaskan Enal, polisi juga menangkap seorang lainnya. Berdasarkan pengembangan informasi, dua jam kemudian polisi menggerebek sebuah rumah toko berlantai dua di Jalan Jamaa Desa Beurawe. Di sini, polisi menangkap tiga orang. Semuanya masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Aceh.

Di Aceh, Enal termasuk berperan pentin. Dia menyembunyikan Dulmatin, buronan kakap Mabes Polri dan Amerika Serikat. Rumah kontrakannya juga dijadikan sebagai tempat Ubaid dan Abu Yusuf, dua pimpinan kelompok Tandzim Al Qaeda, untuk mengatur strategi pelatihan paramiliter di pegunungan Jalin, Jantho. Enal juga ikut memfasilitasi sejumlah warga negara Indonesia berlatih paramiliter di Filipina Selatan. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Perjuangan Para Ibu di Aceh Hidupkan Ekonomi Keluarga di Tengah Covid-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Dagangan bakso goreng milik Aswah pernah hampir tidak laku selama sepekan setelah salah satu...

Unmuha, Universitas Swasta Terbaik Di Aceh Versi 4ICU

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) masuk dalam 10 Universitas terbaik di Aceh Alhamdulillah Unmuha memperoleh peringkat 1 PTS se-Aceh, peringkat...

Pemko Banda Aceh Gandeng Unsyiah Gelar Tes Swab Massal untuk 1.300 Warga

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar tes swab corona yang menyasar sekitar 1.300...

Proxemics

Proxemics Saiful Mahdi* Menurut ahli zoologi Swiss Heini Hediger, hewan menjaga berbagai batasan jaraknya dengan yang lain. Batasan ini tergantung apakah hewan dalam posisi bersiap untuk...

Haul ke-10, Wali Nanggroe Kenang Perjuangan Tgk Hasan Tiro

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Memperingati 10 tahun haul almarhum Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh DR Tgk Hasan Muhammad Di Tiro, Tgk Malik...

More Articles Like This