Sunday, February 23, 2020

Enal Tao Bukan WNI: Polisi

Must Read

Irwandi Didesak Copot Kadis Pendidikan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf didesak untuk segera mencopot Mohd. Ilyas Wahab dari jabatannya sebagai...

Ratusan Warga Meriahkan Pinguin Mob

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Ratusan warga turut memeriahkan Pinguin Mob yang diselenggarakan lintas komunitas dalam rangka Festival Kota...

FOTO | Selebrasi Septi

Septi Hariansyah, striker Persiraja melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Pro Duta FC dalam laga Grup 1 Divisi...

FOTO | Pengamanan Kampanye

Dua polisi bersenjata lengkap berjaga-jaga dari lantai tiga sebuah bangunan saat kandidat gubernur Irwandi Yusuf berkampanye di Stadion Persimura...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Mantan Kapolres Poso Kombes Rudi Sufahriadi menyebutkan bahwa Enal Tao yang melakukan serangkaian aksi pembunuhan di Poso dan Palu, Sulawesi Tengah, dan Aceh bukan berkewarganegaraan Indonesia. “Dia bukan warga negara Indonesia,” kata Rudi kepada wartawan dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (13/4).

Rudi menggelar konferensi pers setelah mengidentifikasi jenazah Enal Tao yang ditembak mati polisi di Krueng Barona Jaya, kemarin. Untuk identifikasi ini, polisi juga menghadirkan Lilik Purnomo alias Haris, sejawat Enal dalam serangkaian aksi teror di Poso dan Palu.

Namun, Enal mengaku tidak mengetahui secara pasti Enal warga negara mana. “Dia hanya berbahasa Melayu,” kata Rudi.

Haris juga mengaku tidak mengetahui asal usul Enal Tao. “Saya tidak mengenal latarbelakang dia,” kata Haris kepada wartawan.

Enal Tao ditembak mati dalam penggerebekan rumah di Krueng Barona Jaya kemarin. Selain menewaskan Enal, polisi juga menangkap seorang lainnya. Berdasarkan pengembangan informasi, dua jam kemudian polisi menggerebek sebuah rumah toko berlantai dua di Jalan Jamaa Desa Beurawe. Di sini, polisi menangkap tiga orang. Semuanya masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Aceh.

Di Aceh, Enal termasuk berperan pentin. Dia menyembunyikan Dulmatin, buronan kakap Mabes Polri dan Amerika Serikat. Rumah kontrakannya juga dijadikan sebagai tempat Ubaid dan Abu Yusuf, dua pimpinan kelompok Tandzim Al Qaeda, untuk mengatur strategi pelatihan paramiliter di pegunungan Jalin, Jantho. Enal juga ikut memfasilitasi sejumlah warga negara Indonesia berlatih paramiliter di Filipina Selatan. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This