Wednesday, February 26, 2020

EIB Menaklukkan Jalur Trans Kalimantan

Must Read

TVS Rambah Bumi Teuku Umar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – PT. TVS Motor Company Indonesia, salah satu produsen sepeda motor buatan China, memperluas jaringan...

1.300 Surat Suara Dimusnahkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 1.300 lembar surat suara, Selasa (8/4) sore, dimusnahkan di pekarangan Kantor Komisi Independen...

Pengakuan Etnis Rohingya: Kami Mau Hubungi Keluarga

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak sepuluh dari 73 warga Rohingya yang ditampung di Ladong, Kecamatan Mesjid...

Piala Adipura Akan Diarak Keliling Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pemerintah Kota Banda Aceh akan mengarak Piala Adipura Kirana yang baru saja diraih sebagai...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Dua jurnalis backpacker yang menginisiasi Ekspedisi Indonesia Biru (EIB) akhirnya berhasil menaklukkan jalur Trans Kalimantan yang dikenal paling sulit.

Dandhy Dwi Laksono dan Suparta Arz mengakui bahwa lintas Trans Kalimantan yang mereka lalui terbilang jalur menggetarkan. Pasalnya, jalur yang menghubungkan Samarinda dan Pontianak itu memiliki panjang total 2.025 kilometer.

Nah, sepanjang jalan yang setara Jakarta-Surabaya lalu balik lagi Jakarta-Solo, lanskapnya didominasi ladang dan perkebunan sawit, terutama di Kalimantan Tengah, antara Sampit sampai perbatasan Kalimantan Barat.

Jalan itu lebih banyak dikuasai oleh truk-truk sawit, dibandingkan kendaraan umum atau mobil pribadi.

11233341_10153658815198618_2685223249991189551_nBerikut catatan Dandhy Dwi Laksono dan Suparta Arz soal pengalaman mereka menembus Trans Kalimantan selama perjalanan Ekspedisi Indonesia Biru.

“Bagian Nusantara yang paling menggentarkan adalah jalur darat trans Kalimantan dari Samarinda-Pontianak sepanjang total 2.025 km (setara Jakarta-Surabaya, balik lagi Jakarta-Solo)

Referensi saya adalah kisah dan catatan perjalanan Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa yang dilakukan Farid Gaban dan Ahmad Yunus, enam tahun silam. Meski mereka menyusuri rute sebaliknya: Pontianak-Samarinda.

Saat itu mereka masih melintasi jalan-jalan perkebunan kelapa sawit dengan kondisi belum seluruhnya beraspal, dan jarang penjual makanan atau bensin eceran di tepi jalan.

Tapi kini, Samarinda – Pontianak telah berselimut aspal dan tembus, kecuali di Tayan (Kalbar) karena jembatan yang belum jadi. Motor harus naik perahu kelotok.

Sepanjang 2.025 kilometer itu, mayoritas lanskapnya didominasi ladang dan perkebunan sawit, terutama di Kalimantan Tengah, antara Sampit sampai perbatasan Kalbar.

Satu-satunya lokasi di mana Anda bisa sedikit bernostalgia dengan sisa-sisa hutan hujan tropis Kalimantan yang legendaris adalah di daerah pegunungan, perbatasan antara Kalteng dan Kalbar (garis merah).

Selebihnya, sawit, ladang, sawit lagi, pernukiman, lalu sawit lagi.

Bayangan membawa bensin cadangan di jeriken atau bekal makanan, buyar melihat bagaimana industri perkebunan telah membuka akses Kalimantan demikian ramai.

Ramai?

Selain satu dua kendaraan pribadi atau anjing dan babi, jalan nasional ini praktis milik truk pengangkut buah sawit dan truk tanki minyak sawit.” []

DANDHY | SUPARTA | EIB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This