Wednesday, April 1, 2020

Dokter, Perawat dan Mahasiswa di Aceh Dibekali Teknik Dasar Fotografi Medis

Must Read

Besok, Audisi Miss Kopi Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Aceh Multivision akan menggelar audisi Miss Coffee atau Putri Kopi Kota Banda Aceh 2012,...

32 Peserta Ikut Lomba Surfing di Lhoknga

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 32 peserta surfing ikut dalam perlombaan Aceh Surfing Competition Series III yang digelar...

Mahasiswi Praktik di PT Arun, Meninggal

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM -- Seorang mahasiswi jurusan sekretaris Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala yang tengah melakukan kerja praktik (on...

Gerhana Bulan di Google

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Google ikut merayakan gerhana bulan total yang terjadi semalam. Perayaan itu ditandai dengan memasang...

Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (PERHATI-KL) Aceh dan Prodi Ilmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran Unsyiah melaksanakan workshop Basic Medical Photography. Kegiatan itu diselenggarakan di Aula Fakultas Kedokteran Unsyiah, Banda Aceh, Sabtu (29/2/2020).

Ketua penyelenggara Workshop Basic Medical Photography, dr. Fadhlia, mengatakan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan fotografi bagi kalangan dokter, paramedis dan pihak terkait dalam mendukung profesi mereka.

“Kita berharap, peserta seperti dokter spesialis, dokter residen, dokter umum dan mahasiswa kedokteran mampu mengambil photo sesuai kaidah-kaidah fotografi untuk mendukung tugas mereka dalam mendokumentasikan tindakan operasi dan kebutuhan lainnya di dunia kesehatan dan kedokteran,” ujar Fadhlia, dalam keterangan tertulis pada Minggu (1/3).

Ia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung sehari penuh tersebut dibagi menjadi dua bagian penting, simposium dan workshop. Pada simposium dan workshop itu membahas tentang dasar pengetahuan dan teknik pemotretran clinical fotografi dunia kedokteran dengan materi pembahasannya antara lain, aspek medikolegal, dasar fotografi dan pencahayaan, teknik memotret operasi/tindakan, teknik memotret pasien sebelum dan sesudah tindakan.

“Selain mendapatkan ilmu pengetahuan, peserta yang mengikuti kegiatan ini juga akan diberikan sertifikat dengan total 16 SKP akreditasi IDI,” sebutnya.

Fadhlia menyebut kegiatan tersebut untuk pertama kalinya digelar di Aceh, bahkan yang pertama di luar pulau Jawa. “Kegiatan workshop yang dipadukan antara teori dan praktik lapangan ini diharapkan mampu menghasilkan fotografer handal dalam memotret tindakan  pra-operasi, selama operasi, pasca-operasi bahkan dokumentasi forensic,” kata dia.

Pada workshop itu pihaknya melibatkan fotografer profesional lulusan Brook Institute of Photography California, Amerika Serikat, dokter Dianti Andajani sebagai pemateri dan instruktur. Pengalaman memotret seputar kesehatan membuat dokter Dianti mendalami ilmu fotografi medis hingga ke Amerika Serikat.

“Banyak rumah sakit yang mengirimkan peserta pada workshop ini. Di antaranya RSUDZA, RS Kesdam, RS Bhayangkara, RSU Cut Meutia Lhokseumawe, RSUD Chik DiTiro Sigli, RSU Fatihah Nagan Raya,” ujar Fadhlia.

Ia menambahkan, workshop dasar fotografi medis tersebut diikuti oleh 130 peserta, yang terdiri dari 29 dokter spesialis, 47 dokter residen, 24 dokter umum, 30 dokter muda, mahasiswa dan perawat. “Sebagian besar peserta berasal dari Aceh, namun juga ada yang berasal dari Medan dan Surabaya,” sebutnya.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin, Azharuddin, dalam sambutannya mengatakan sangat mendukung kegiatan Basic Medical Photography Simposium dan Workshop,  yang memberi manfaat terutama untuk kalangan medis dan paramedis dalam pengambilan dokumentasi yang sangat berguna untuk melihat perkembangan penyakit.

“Sebaiknya ada rangkaian acara yang berkesinambungan, misalnya dengan mengadakan kompetisi fotografi medis di mulai dari kalangan internal rumah sakit, misalnya antar program studi yang diikuti oleh peserta didik maupun dokter spesialis,” ujarnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

More Articles Like This