Wednesday, April 1, 2020

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Must Read

Polisi Harus Mampu Ungkap Motif Penembakan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Wakil Ketua Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil meminta agar pihak kepolisian mampu...

ACEHKITAtv — Gambit Ditangkap Polisi

ACEH TIMUR -- Aparat Kepolisian Daerah Aceh dan Polres Aceh Timur menangkap Sukriadi alias Gambit, 38 tahun, di Desa...

Arus Pelayaran Ulee Lheue-Sabang Dihentikan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sejumlah calon penumpang kapal penyeberangan ke Sabang terlantar di Pelabuhan Ulee Lheue, Selasa (22/12)....

Inter Milan Dekati ‘Treble Winner’

ROMA | ACEHKITA.COM – Inter Milan berhasil menyabet Juara Coppa Italia musim ini. Setelah menang tipis atas AS Roma...

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA), akan menggelar diskusi publik Academic Series Discussion tentang Quo Vadis Rencana Investasi Aceh dalam Perspektif Kebijakan Publik dan Etika Publik. Diskusi digelar pada Minggu (23/2) bertempat di Donya Kupi, Lamdingin, Banda Aceh.

Hadir sebagai pembicara dalam seri diskusi akademis itu adalah director of Bait al Amanah Malaysia, Professor Abdul Razak Ahmad, Mantan Anggota DPR RI, Dr Teuku Taufiqhadi, diaspora Aceh Jakarta dan alumnus Universitas Leeds UK, Dr Fahmi Abduh, yang dipandu oleh direktur Bandar Publishing, Dr Mukhlisuddin Ilyas.

Abdul Razak Ahmad saat ini adalah sebagai Direktur Bait al Amanah sebuah lembaga Think Tank berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Sebelumnya beliau pernah bekerja di Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, University Pertahanan Malaysia, Staf ahli Menteri Besar Johor dan beberapa jabatan penting lainnya. Prof Razak akan membahas isu terkait dengan perkembangan Investasi dan situasi Politik di ASEAN dan beberapa keberhasilan program terkait implementasi pendekatan dalam perumusan strategi e.g. Strategi Pembangunan KEK di Kawasan Iskandar Johor, yang dapat menjadi best practice dalam pengembangan beberapa lokasi Rencana Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus di Aceh.

Sementara Taufiqulhadi salah seorang Putra Aceh yang berkarir sebagai politisi. Beliau pernah menjadi anggota DPR RI periode DPR RI 2014-2019 dan menyelesaikan studi Doktornya di Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 2019 lalu. Pada sesi diskusi publik kali ini, Taufiqulhadi akan memberikan sharing pandangan dalam melihat isu potensi Aceh dari kacamata Jakarta dan isu Politik Nasional. Momentum Khanduri kebangsaan di Bireuen tentu harus disikapi dengan baik untuk kemudian dijadikan titik awal untuk mengakselerasi proses pembangunan di Aceh, khususnya terkait isu investasi di Aceh utk melepaskan ketergantungan pertumbuhan ekonomi dari hanya Anggaran Pemerintah (APBA).

Pemateri ketiga Fahmi Abduh. Fahmi adalah putra Aceh lulusan University of Leeds yang saat ini bekerja di Jakarta. Fahmi akan memberikan sharing pandangan terkait dengan bagaimana Rencana Tata Ruang Aceh dapat digunakan sebagai dasar untuk mendorong investasi dalam koridor pembangunan yang berkelanjutan di Aceh.

“Kita akan terus melihat Aceh dan Indonesia dengan kacamata akademis, selain melalui kajian dan policy paper, juga melalui diskusi publik, yang tujuannya untuk semakin menstimulus publik sehingga terwujudnya pembangunan berbasis kesejahteraan,” ujar Manajer ISPS, Teuku Raja Muda Bentara.

Muda yang baru menyelesaikan magister di Universitas Pertahanan itu menyebutkan bahwa peluang investasi di Aceh harus dilihat sebagai salah satu strategi memajukan Aceh mengurangi kemiskinan, dan juga sebagai exit strategy atas ketergantungan akut terhadap APBD dan Dana Otsus.[RIL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

More Articles Like This