Wednesday, April 1, 2020

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

Must Read

Logistik Pemilu Diangkut dengan Perahu

PULO ACEH, acehkita.com. Penyaluran logistik Pemilu ke tempat pemungutan suara (TPS) di empat desa di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten...

Penempatan Mantan Kepala SD Unggul Ditolak di SD Garot

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Dinas Pendidikan Aceh Besar mengangkat Muniarty sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri Garot. Namun, ia...

Polisi Tangkap Kapal Malaysia

LANGSA -- Polisi Air dan Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menangkap sebuah kapal ikan berbendera Malaysia di perairan Langsa,...

SKULL: Apa Kabar Persiraja?

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM--Jadwal kompetisi Indonesian Premier League yang sudah sangat dekat menimbulkan kekhawatiran di benak para pecinta Persiraja...

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM – Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang kertas palsu di sejumlah kios. Dari keduanya, polisi mengamankan puluhan lembar duit tiruan. Sementara satu orang yang diduga pengedar uang palsu masih diburu polisi.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, mengatakan dua warga yang ditangkap yaitu RD (17 tahun) asal Aceh Timur dan MS (19) warga Aceh Utara. Menurutnya, satu orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yaitu IB.

Menurut Ari Lasta, kedua tersangka mendapatkan uang palsu dari IB. Keduanya lalu membelanjakan uang palsu tersebut di kios-kios. “Mereka membeli makanan dan minuman atau BBM eceran,” kata dia kepada jurnalis, Selasa (25/2/2020)

Setelah jajan dengan uang palsu, kata Ari, keduanya mendapatkan keuntungan dari uang asli hasil dari kembalian. “Keuntungan ini dijanjikan IB untuk dibagi hasil,” sebut dia.

Dari kedua tersangka, uang palsu yang disita polisi yaitu 55 lembar pecahan Rp 20 ribu, 20 lembar pecahan Rp 10 ribu, dan 57 lembar pecahan Rp 5 ribu.

Selain itu, dari keduanya turut diamankan uang asli pecahan Rp 2 ribu sebanyak 15 lembar. “Uang asli ini hasil pengembalian saat tersangka belanja dengan uang palsu pecahan Rp 20 ribu,” tutur Ari.

Menurut Ari, tersangka dijerat pasal 36 ayat 3 jo pasal 26 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, sub UU RI Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, sub pasal 55 KUHP.

“Kedua tersangka diancam penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 50 miliar,” sebut Ari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

More Articles Like This