Saturday, April 4, 2020

Disbudpar Bersiap Gelar Aceh Sumatera Expo 2019 di Jakarta

Must Read

Irwandi dan Abdullah Saleh Saling Interupsi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Penyampaian visi dan misi yang tengah disampaikan calon gubernur Irwandi Yusuf tidak berjalan mulus....

PPI Aceh Dukung Jokowi-JK

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Aceh menyatakan dukungannya terhadap Jokowi-Jusuf Kalla dalam pemilu presiden 9...

Darni Kembali Pimpin Unsyiah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Profesor Darni M. Daud kembali terpilih menjadi rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk periode...

Pencarian Bocah Tenggelam di Krueng Tingkeum Dihentikan

BIREUEN | ACEHKITA.COM - Pencarian anak berkebutuhan khusus Muhammad Syafir (7) yang diduga tenggelam di Krueng Tingkeum, Kutablang Bireuen,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan menggelar ‘Aceh Sumatera Expo 2019’ di Kota Kasablanka Mall, Jakarta, selama tiga hari mulai 14 hingga 16 November mendatang. Jelang pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemerintah Aceh menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Aceh Sumatera Expo 2019 itu di Banda Aceh, Senin (4/11).

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Aceh, Teuku Ahmad Dadek, dalam sambutannya, saat membuka secara resmi rakor Aceh Sumatera Expo 2019 di Banda Aceh, mengatakn Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), agar terlibat aktif dalam upaya mempromosikan potensi pariwisata di Tanah Rencong.

“Keterlibatan SKPA dan jajaran secara masif, akan sangat efektif dan memberi imbas positif pada upaya mempromosikan potensi pariwisata yang selama ini terus digaungkan Pemerintah Aceh. Oleh karena itu, seluruh Kepala Dinas harus mempunyai pemikiran bagaimana para wisatawan dapat tertarik datang ke Aceh,” kata Dadek.

Di samping terus mempromosikan wisata, kata Dadek, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh juga diminta menciptakan destinasi wisata baru selain objek wisata alam yang telah dimiliki Aceh. Contohnya, lanjut dia, membangun atraksi wisata yang dapat menarik pengunjung.

“Misalnya, kita bisa membuat kereta gantung antar pulau di Geureutee, kita butuh ide dan gagasan untuk mengeksekusi hal itu,” ujar Dadek.

Kemudian, Dadek juga meminta agar Masjid Raya Baiturrahman sebagai masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu dapat dikembangkan fungsinya menjadi tempat dakwah sekaligus wisata sejarah. Ia mengatakan, ada banyak wisatawan bahkan juga yang nonmuslim ingin mengunjungi masjid tersebut karena banyak hal yang ingin dipelajari.

Oleh sebab itu, Dadek meminta agar Disbudpar Aceh dapat memberikan sarana penyesuaian agar masjid tersebut dapat juga dikunjungi wisatawan nonmuslim.

“Kemarin baru dikirim video ke saya, ada turis China bercelana pendek masuk ke Masjid Raya, kita tidak bisa tahan karena mereka juga ingin tahu apa itu Masjid Raya. Makanya kita perlu menyiapkan kain sarung dan membangun pojok informasi sejarah masjid maupun tentang Islam di beberapa bagian dinding di kawasan masjid,” ujar Dadek.

Menurut Dadek, kedatangan nonmuslim ke masjid bukanlah hal yang salah. Sebab, kata dia, dulunya Rasulullah SAW juga kerap menerima kalangan nonmuslim di serambi masjid Madinah.

Selanjutnya, dalam rangka mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan, pemerintah juga akan membuka rute penerbangan langsung dari negara lain ke Banda Aceh maupun sebaliknya, salah satunya India. Untuk mewujudkan itu, kata dia, Plt Gubernur Aceh dalam waktu dekat akan berkunjung ke India untuk membahas pembangunan itu.

Dadek mengatakan, potensi wisata yang begitu besar di Aceh harus dikembangkan. Menurutnya, penyelenggaraan Aceh Sumatera Expo 2019 merupakan strategi dan gerakan baru yang diharapkan mampu menghadirkan sebuah terobosan yang sensasional dalam memperkenalkan wisata Sumatera khususnya Aceh di tingkat internasional.

“Saya berharap, melalui rakor ini kita bisa berdiskusi dan saling memberi masukan agar event tersebut mampu menghasilkan kejutan bagi sistem pemasaran wisata Indonesia,” ujar Dadek.

Sekretaris Disbudpar Aceh, Zulkifli, mengatakan Rapat Koordinasi tersebut merupakan rangkaian dari penyelenggaraan Aceh Sumatera Expo 2019. Rakor tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan penyelenggaraan Aceh Sumatera Expo sebagai pameran berbasis Meeting, Incentive, Convention dan Expo atau MICE.

Kemudian, lanjutnya, sebagai penampungan masukan dan aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan pariwisata Aceh dalam memeriahkan agenda tersebut. “Yang ketiga, mensosialisasikan kemajuan industri pariwisata Aceh dan menyampaikan permasalahan serta tantangan yang sedang kita hadapi. Kemudian, untuk mensosialisasikan branding wisata Aceh,” ujar Zulkifli.

Rakor tersebut menghadirkan lima narasumber. Di antaranya, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aceh, T Ahmad Dadek, Pimpinan Umum Harian Serambi Indonesia Sjamsul Kahar, Kadisbudpar Aceh Jamaluddin, Tim Percepatan Wisata Halal Aceh Iskandar Syah Majid dan Praktisi Pariwisata Aceh, Husen.

“Melalui rakor ini, harapannya penyelenggaraan Aceh Sumatera Expo 2019 nantinya dapat menjadi strategi efektif untuk memperkenalkan Aceh sebagai destinasi wisata halal dan destinasi investasi dunia,” Zulkifli.[RIL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This